Biting, Sulut | TribuneIndonesia.com
Sebagai implementasi langsung instruksi Presiden RI dari Rakornas 2026, Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VIII turun ke lapangan menggelar karya bakti berskala besar, Sabtu (07/02/26).
Kegiatan yang dipusatkan di berbagai titik Kota Bitung ini dipimpin langsung oleh Ir Kodaeral VIII, mewakili Dankodaeral VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi.
Mengusung semangat “Karya Bakti Peduli Lingkungan dalam Rangka Gerakan Indonesia Asri,” aksi ini menjadi bukti konkret keseriusan institusi TNI AL dalam mendukung agenda pemerintah.
Fokus pekerjaan tertuju pada pembersihan menyeluruh di fasilitas umum, kawasan pesisir, saluran air, dan permukiman warga yang dinilai rawan.
Dalam keterangan persnya, Ir Kodaeral VIII menegaskan bahwa misi kegiatan melampaui sekadar pembersihan fisik.

“Ini adalah media untuk memperkuat sinergi dan tali solidaritas antara TNI AL dan warga,”
Ujarnya. Ia menambahkan, langkah ini ditujukan untuk menanamkan kesadaran kolektif bahwa kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama.
Kolaborasi menjadi kunci pelaksanaan. Personel Kodaeral VIII di wilayah Bitung berbaur dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat.
Antusiasme warga tampak nyata dalam partisipasi aktif mereka selama seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari mengumpulkan sampah hingga menata kembali lingkungan.
Kehadiran sejumlah pejabat utama turut menyemarakkan agenda.
Hadir antara lain Kadissyahal Kodaeral VIII, Danyonmarhanlan VIII, Kafasharkan Kodaeral VIII, serta para Komandan KRI dan KAL jajaran Satrol Bitung.
Mereka bersama staf, prajurit, dan warga masyarakat Pasar Tua Bitung bekerja bahu-membahu.
Harapan ke depan, gerakan ini tidak berhenti sebagai seremonial semata. Kodaeral VIII mendorong agar “Gerakan Indonesia Asri” dapat berakar dan menjadi budaya hidup masyarakat.
Dampak yang diinginkan tidak hanya pada peningkatan kualitas lingkungan, tetapi juga pada revitalisasi semangat gotong royong.
Pada akhirnya, karya bakti ini diharapkan menjadi pemantik berkelanjutan bagi terciptanya Bitung yang bersih, sehat, dan asri.
Langkah sinergis antara TNI, pemda, dan komunitas ini dianggap sebagai model ideal untuk merealisasikan instruksi pemerintah di tingkat tapak. (Kiti)













