Batang Kuis I TribuneIndonesia.com–Dinamika kepemimpinan di tubuh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Batang Kuis mulai memasuki babak baru. Suharto alias Bagong, yang memimpin periode 2022–2025, resmi kembali mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua PAC untuk periode 2026–2029, Kamis (5/2/2026).
Pendaftaran dilakukan di Kantor PAC Pemuda Pancasila Batang Kuis di Jalan Sultan Serdang, dengan didampingi sejumlah pengurus serta anggota organisasi. Kehadiran Bagong menandai dimulainya kontestasi kepemimpinan yang diperkirakan akan berlangsung dinamis.
Masa jabatan kepengurusan sebelumnya memang telah berakhir sesuai ketentuan organisasi. Namun dukungan dari kader dan sahabat internal membuat Bagong kembali maju, membawa semangat melanjutkan sekaligus memperkuat arah organisasi.
“Periode 2026–2029 menjadi harapan baru bagi saya untuk membawa perubahan yang lebih besar. Saya ingin PAC Batang Kuis berkembang lebih maju dibanding masa sebelumnya. Mudah-mudahan lahir banyak program positif yang benar-benar berdampak,” ujar Bagong usai mendaftar.
“Sejauh ini masih seperti cek ombak. Pendaftaran sudah dibuka lima hari, tapi belum ada yang mendaftar. Baru hari ini terdengar kabar ada yang ingin ikut. Bagi saya tidak masalah, itu hak semua pihak,” tambahnya.
Bagong menegaskan dirinya menjalani proses pencalonan dengan santai namun penuh semangat, sembari berharap dukungan kader tetap solid.
Sementara itu, Ketua Panitia Rapat Pimpinan Umum (RPP) PAC Pemuda Pancasila Batang Kuis, Kasiono, menyatakan proses penjaringan bakal calon mulai menunjukkan geliat.
Meski saat diwawancarai belum ada pendaftar resmi lainnya, panitia memastikan seluruh mekanisme sudah disiapkan.
“Peluang terbuka bagi seluruh kader internal yang memenuhi syarat organisasi,” kata Kasiono.
Memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) Pemuda PancasilaTelah aktif sebagai anggota minimal 1–2 tahun
Dari total ranting di Batang Kuis, terdapat 10 ranting yang memiliki hak dukungan. Ranting Tanjung Sari tidak ikut karena masih berstatus Pelaksana Tugas (PLT).
Salah satu poin yang menyita perhatian adalah biaya administrasi pencalonan sebesar Rp30 juta. Menurut panitia, ketentuan ini bagian dari mekanisme organisasi dalam penyelenggaraan RPP sekaligus menjadi indikator keseriusan kandidat.“Ini sudah sesuai ketentuan organisasi,” tegas Kasiono.
Panitia juga akan segera mengirim surat permohonan kepada MPC/DPC agar RPP tingkat kecamatan dapat digelar dalam waktu dekat. Forum RPP nantinya menjadi ruang konsolidasi sekaligus penentuan arah kepemimpinan PAC ke depan.
Meski belum banyak nama mencuat, Kasiono menilai antusiasme kader cukup tinggi.
“Suasananya positif. Banyak kader ingin membicarakan masa depan organisasi. Tapi kita tidak bisa menentukan siapa pemenangnya, semua tergantung proses dan loyalitas calon,” ujarnya.
Kasiono menegaskan panitia akan bersikap netral dan memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai konstitusi organisasi.
“Kami hanya menjalankan mekanisme. Semua berjalan sesuai aturan,” tutupnya.
Dengan syarat ketat, dukungan struktural, serta biaya administrasi yang tidak kecil, bursa Ketua PAC Pemuda Pancasila Batang Kuis diprediksi menjadi ajang seleksi serius yang menonjolkan kader berpengalaman dan berkomitmen kuat terhadap organisasi.
Ilham Gondrong













