
Takengon — Sejumlah ruang rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru, Takengon, Aceh Tengah, terpaksa tidak difungsikan menyusul aksi mogok kerja yang masih dilakukan oleh sebagian tenaga kesehatan (nakes).
Kebijakan tersebut diambil manajemen rumah sakit sebagai langkah efisiensi akibat keterbatasan tenaga medis yang saat ini tengah melakukan aksi mogok kerja. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk tuntutan pembayaran jasa medis yang dinilai belum terpenuhi.

“Tenaga kesehatan melakukan mogok kerja terkait tuntutan pembayaran jasa medis. Untuk mengoptimalkan pelayanan yang ada, manajemen RSUD Datu Beru melakukan efisiensi penggunaan ruangan,” ujar pihak manajemen RSUD Datu Beru yang engan identitas nya di ketahui kepada Line1News, Minggu 25 Januari 2026.
Meski demikian, pihak rumah sakit memastikan bahwa pelayanan terhadap pasien yang saat ini menjalani perawatan masih dapat berjalan dengan baik. Manajemen menilai jumlah tenaga medis yang masih bertugas masih mampu menangani pasien yang dirawat.
“Dengan jumlah pasien yang dirawat hingga saat ini, pelayanan masih dapat dilakukan secara optimal oleh manajemen rumah sakit,” tambahnya.
Pihak rumah sakit juga menegaskan bahwa hingga sejauh ini aksi mogok kerja tersebut belum berdampak signifikan terhadap pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Diketahui, aksi mogok kerja tenaga kesehatan di RSUD Datu Beru dilakukan sebagai bentuk tuntutan pembayaran jasa medis sesuai hak mereka. Aksi tersebut telah berlangsung selama dua hari, terhitung sejak Sabtu (24/1/2026) hingga Minggu (25/1/2026).
Berdasarkan pantauan line1News di lokasi, aktivitas di lingkungan RSUD Datu Beru tampak tidak terlalu ramai. Selain itu, tidak terlihat adanya aktivitas berkumpul atau aksi terbuka dari tenaga kesehatan yang melakukan mogok kerja di area rumah sakit.













