Air Mati Berpekan-Pekan, PDAM Langsa Tak Kunjung Selesai

- Editor

Kamis, 15 Januari 2026 - 09:24

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ilustrasi

Caption : ilustrasi

LANGSA | TribuneIndonesia.com

Sudah beberapa pekan terakhir, air PDAM Kota Langsa tak lagi mengalir ke rumah-rumah warga Dusun Mangis, Desa Tualang Teungoh, Kecamatan Langsa Kota, Kota Langsa. Keran kering. Bak mandi kosong. Keluhan pun menumpuk, tanpa kejelasan ujung cerita.

Bagi warga, kisah PDAM Langsa kini lebih mirip drama Korea: panjang, berlapis konflik, dan selalu ada episode lanjutan. Direktur PDAM telah dicopot. Pengelolaan bahkan disebut-sebut sudah diambil alih langsung oleh Wali Kota. Namun aliran air yang mati dan macet tak juga menemukan titik terang. Masalah lama seperti beranak-pinak, tak pernah benar-benar selesai.

“Air mati sudah lama, bukan sehari dua hari,” kata seorang warga Dusun Mangis yang meminta namanya tidak dituliskan. Ia menyebutkan bahwa keluarganya sepenuhnya bergantung pada air PDAM. Sumur tidak ada, sumber alternatif pun terbatas. “Sekarang ini pasca banjir. Rumah belum bersih, perabot masih kotor. Mau bersih-bersih pakai apa?” ujarnya.

Kondisi ini terasa kian menyiksa karena datang setelah banjir melanda kawasan tersebut. Lumpur masih menempel di lantai rumah, perabotan harus dicuci, dan sanitasi menjadi kebutuhan mendesak.

Namun tanpa air mengalir, semua pekerjaan tertunda. Untuk kebutuhan sehari-hari mandi, mencuci, memasak warga terpaksa mencari air ke tempat lain atau membeli dengan biaya tambahan.
“Buat minum saja susah, apalagi mau cuci rumah,” kata warga lainnya. Ia mengaku harus menumpang air ke tetangga di desa lain atau menunggu bantuan air bersih.

Situasi ini membuat beban hidup warga bertambah di tengah pemulihan pascabanjir yang seharusnya menjadi prioritas pemerintah daerah.
Direksi Berganti, Masalah Tetap
Pergantian pimpinan di tubuh PDAM Langsa sempat memunculkan harapan.

Baca Juga:  Semarak MTQ Aceh ke-37 di Pidie Jaya: 73 Stand Bazar Resmi Beroperasi, Gairahkan Ekonomi Rakyat

Publik berharap ada perbaikan manajemen dan layanan. Namun yang terjadi justru sebaliknya keluhan air mati terus berulang. Warga mempertanyakan, jika direktur sudah dicopot dan kendali diambil alih oleh kepala daerah, mengapa persoalan mendasar ini belum juga terurai?

“Kalau sudah diambil alih wali kota, lalu siapa lagi yang harus memimpin supaya air bisa hidup?” kata seorang warga dengan nada getir. Pertanyaan itu beredar luas di tengah masyarakat tanpa jawaban yang memuaskan.

Air bersih adalah layanan dasar. Ketika distribusinya tersendat berhari-hari, apalagi berpekan-pekan, yang terganggu bukan hanya kenyamanan, tetapi kesehatan dan martabat warga. Dalam konteks pascabencana, ketiadaan air bersih berpotensi memperburuk kondisi lingkungan dan memicu masalah kesehatan.

Kasus di Dusun Mangis mencerminkan persoalan yang lebih besar, tata kelola layanan publik yang rapuh. PDAM bukan sekadar unit usaha daerah, ia adalah urat nadi kehidupan warga kota. Setiap gangguan yang tak tertangani cepat akan berubah menjadi krisis kepercayaan.
Menunggu Episode Berikutnya
Hingga kini, warga Dusun Mangis masih menunggu. Menunggu air mengalir.

Menunggu kepastian. Menunggu jawaban dari pemerintah kota tentang siapa yang bertanggung jawab dan kapan masalah ini diselesaikan. Drama PDAM Langsa seolah belum mendekati klimaks justru terus berjalan, meninggalkan penonton yang lelah.

Di tengah kran yang kering dan ember yang kosong, pertanyaan warga tetap menggantung: sampai kapan air bersih di Langsa hanya menjadi janji yang tak pernah benar-benar sampai ke rumah? (Red)

Berita Terkait

Sinergi Seni dan Pemerintahan, Papa-kini Apresiasi Kinerja Wakil Bupati Pidie
Pemkab Aceh Tenggara Tuntaskan Expose JITUPASANA, Dokumen R3P Resmi Diserahkan ke Pemerintah Aceh
Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Desa Seuneubok Saboh Verifikasi Pengalihan Data (KPM) Miskin dan Kurang Diduga Pada Oktober & Desember 2025 di Lakukan Oknum Tanpa Musyawarah
AMAN Aceh Desak KPK Supervisi Pengelolaan Dana Bencana
Tim Optimalisasi PAD Deli Serdang Ditolak Masuk Perusahaan, PT Ganda Saribu Jadi Catatan Khusus
Jalan Damai Tumpatan Nibung Mulus, Warga Apresiasi Gerak Cepat Dinas SDMBK
Masyarakat Desa Lantik Surati Bupati Simeulue Dugaan Penyelewengan Dana Desa Tahun 2023, 2024 dan 2025.
Ada Apa Ni ? CV. Niscala Prima : di duga Kebal hukum Beberapa Kali Temuan BPK Slalu Dapat Pekerjaan .
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 11:39

​Identitas Terungkap: Staf Khusus Gubernur Sulut Diduga Lecehkan Perempuan di Warung Makan Manado

Minggu, 1 Februari 2026 - 11:04

Sulut di Ambang Kolaps Ekologis: Obral Izin Tambang Kepung Ruang Hidup

Minggu, 1 Februari 2026 - 07:44

​TNI AL Berhasil Gagalkan Penyelundupan 74 Ton Arang Bakau di Tanjung Priok, Negara Nyaris Rugi Miliaran Rupiah

Sabtu, 31 Januari 2026 - 13:15

Aplikasi SIGNAL Corporate, Rapat Koordinasi Bersama Stakeholders Digelar di Jasa Raharja Kanwil DKI Jakarta

Sabtu, 31 Januari 2026 - 10:20

Warga Lawe Berigin Horas Tolak Hasil Audit Inspektorat, Desak Kejaksaan Audit Ulang Dana Desa

Sabtu, 31 Januari 2026 - 03:57

Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Kunjungi Sekolah SMA dan SMK di Aceh Tenggara

Jumat, 30 Januari 2026 - 16:37

TNI dan Masyarakat Terus Membantu Membersihkan Rumah Warga Pasca Banjir dan Tanah Longsor

Jumat, 30 Januari 2026 - 16:32

Enam Bulan Absen Masuk Kantor, ASN Di Dinas LHK Agara Dilaporkan.

Berita Terbaru