KUTACANE – 10-1-2026 TribuneIndonesia.com
Anggota DPRA Yahdi Hasan Ramud mengatakan, penanganan pemulihan banjir di Aceh harus lebih fokus lagi
Pasalnya, kerusakan yang timbul akibat musibah banjir dan tanah longsor yang melanda sebagian kabupaten kota di Aceh terbilang parah.
Sebab itu, ujar Yahdi Hasan anggota DPRA dari Dapil Aceh Tenggara dan Gayo Lues tersebut, penanganannya harus lebih fokus dan berkesinambungan.
,” Saya sudah lihat langsung bagaimana parahnya kerusakan akibat banjir dan tanah longsor,” Ujar Yahdi.
Bukan hanya rumah warga yang hanyut dan rusak berat, Namun banjir dan tanah longsor juga menyebabkan jembatan putus dan akses ke beberapa desa dan kecamatan maupun antar Kabupaten putus total. Bahkan sampai saat ini, masih ada desa yang terisolir dan tak memiliki akses lagi.
Untuk memulihkan situasi di daerah terdampak banjir pada 18 Kabupaten Kota, terutama pada daerah yang terbilang parah, Yahdi yang juga Ketua DPW Partai Aceh Tenggara juga mendesak kementerian terkait, agar menambah alat berat dan personil ke lokasi terdampak banjir di Aceh.
Khusus untuk beberapa lokasi yang terbilang parah seperti di Aceh Tengah, warga di sekitar lokasi agar dilibatkan membersihkan lumpur dan membuka akses bersama pihak kementerian PUPR, BNPB ,Dinas Sosial bersama personilnya di kabupaten kota yang terdampak banjir di Aceh.
Melibatkan warga di lokasi terdampak banjir dengan memberikan uang lelah, dipastikan akan mempercepat pembukaan akses karena jalan longsor dan jalan putus maupun pembenahan rumah hunian sementara.
Penambahan waktu tanggap darurat di 18 kab kota terdampak banjir, merupakan kesempatan untuk mempercepat pembenahan drtah terdampak banjir sampai normal kembali, sebelum status darurat belum dicabut.
Khusus untuk Aceh Tenggara dan Gayo Lues, Yahdi Hasan menghimbau pihak PT Hutama Karya ,agar bekerja keras membuka akses jalan longsor dan terputus di kawasan , Tangsaran, Begade 4 dan Serkil ,Tetumpun maupun daerah lain yang selama ini berulangkali di landa tanah longsor dan jalan amblas.
,”Terjebak longsor di jalan nasional ruas Blangkejeren -Kutacane, telah saya alami langsung bersama rombongan Sekdaprov Aceh, bahkan kami terpaksa batal ke Aceh Tenggara karena jalan di kecamatan Putri Gayo Lues longsor kembali setelah sebelumnya sempat di bersihkan pihak BPJN bersama Hutama Karya.,” pungkas Yahdi Hasan Ramud.
Per~Abdgn













