Badung|Tribuneindonesia.com
Suasana sakral prosesi Adat upacara Mejaya -jaya menyelimuti Pura Khayangan Jagat Ulun Suwi, Jimbaran Badung, sabtu (3/1/2026) pada pelantikan dan pengukuhan Bendesa Adat Jimbaran yang baru.
Sebelum pelantikan dan pengukuhan oleh Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa,S.H, dilaksanakan, terlebih dahulu upacara adat mejaya-jaya yang bertujuan menyucikan diri secara niskala dan memohon restu kepada Tuhan agar pemimpin dapat mengemban tugas dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ketua Panitia, I Wayan Mulyawan, S.TP, menyampaikan, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Desa Adat, disebutkan panitia memiliki wewenang dalam pemilihan calon, tugas serta tanggungjawab untuk melakukan rapat atau paruman internal panitia dalam mempersiapkan proses pemilihan bendesa adat baru.
Ia menyebutkan dari 10 calon pendaftar, sebanyak 8 calon dinyatakan lolos verifikasi musyawarah desa. dari 8 calon yang lolos tersebut selanjutnya di proses melalui rapat dimasing-masing banjar untuk pemilihan calon Bendesa baru.
“Pemilihan bakal calon berjalan lancar berkat dukungan masyarakat dimasing-masing banjar. Melalui paruman desa adat Jimbaran akhirnya menetapkan I Putu Subamia SH sebagai Calon Bendesa Adat Jimbaran yang baru,” jelas Ketua panitia.
Ia berharap, Bendesa adat dan prajuru desa adat yang baru bisa melanjutkan program bendesa adat sebelumnya yang telah berjalan dan menjaga kondusifitas keamanan desa adat dengan baik .
Sementara itu, I Putu Subamia, usai dilantik, mengucapkan terimakasih kepada masyarakat desa Adat Jimbaran karena telah terpilihnya sebagai Bendesa Adat Jimbaran. Ia pun mengaku siap menjalankan, menjaga dan melanjutkan program Bendesa Adat sebelumnya .
“Saya selaku bendesa adat yang baru berharap masyarakat desa adat Jimbaran bisa lebih maju. dengan dukungan masyarakat semua tokoh dan penglingsir didesa adat jimbaran apa yang diinginkan bisa tercapai,” harapnya.
Lebih lanjut mantan kelian adat banjar pesalakan jimbaran menyampaikan bahwa dirinya telah memiliki program-program unggulan yang akan diterapkan dan dijalankannya selama menjabat sebagai Bendesa Adat Jimbaran masa bakti 2026-2031.
Bupati Badung, Adi Arnawa, yang langsung melantik dan mengukuhkan, berpesan agar bendesa adat yang baru memiliki fungsi mengatur mengelola, kehidupan sosial masyarakat mampu menjaga Adat Istiadat dan Budaya berlandaskan Tri Hita Karena.
“Kita jangan keluar dari prinsip Tri Hita Karana, sebab merupakan satu wawasan yang sangat universal. Tugas yang paling utama menjaga Khayangan Tiga dan menjaga kesucian pura serta siap menghadapi perkembangan jaman,” ujar Bupati Adi Arnawa.
Dalam sambutan penutupnya, Bupati Badung menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur di desa Adat Jimbaran akan segera terealisasi.
Acara ini turut mengundang Majelis Desa Adat (MDA) Badung, Camat Kuta Selatan, Prajuru desa dan seluruh Bendesa adat Kuta Selatan.(van)















