“Datang Bayar Angsuran, Pulang Tanpa Mobil! Dugaan Penipuan Terencana oleh Oknum ACC Medan”

- Editor

Senin, 13 Oktober 2025 - 17:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam | TribuneIndonesia.com

Kasus mengejutkan kembali mencuat di dunia pembiayaan kendaraan. Seorang warga bernama Marhamah, asal Kota Subulussalam, diduga menjadi korban penipuan terencana dan pengambilan mobil secara paksa oleh oknum pegawai serta manajemen PT ACC Leasing Medan.

Peristiwa yang terjadi pada Senin (13/10/2025) itu berawal dari niat baik keluarga korban untuk menyelesaikan tunggakan angsuran kendaraan, namun justru berujung pada hilangnya mobil Daihatsu Ayla BL 1775 IB milik mereka.

Kasus ini bermula pada 8 Oktober 2025, ketika Irwan Lingga, suami Marhamah, menerima telepon dari seseorang bernama Daus, yang mengaku sebagai petugas dari kantor ACC Leasing Medan.
Daus mengundang Irwan untuk bertemu di sebuah kafe depan Kantor Pos Kota Subulussalam guna membahas tunggakan selama dua bulan sepuluh hari.

Dalam pertemuan itu, Daus menyebutkan bahwa kontrak angsuran telah diblokir dan hanya bisa dibuka kembali di kantor ACC Medan. Ia kemudian meminta Irwan dan Marhamah datang langsung ke Medan untuk mengurus pembukaan blokir dan menandatangani kontrak baru.

Sesuai arahan, Irwan dan Marhamah tiba di kantor ACC Leasing Medan, Jalan Sisingamangaraja No. 41, Medan Amplas, pada 13 Oktober 2025. Mereka kembali bertemu dengan Daus, yang meminta STNK dan kunci mobil untuk “pengecekan data.”
Mobil yang diparkir di samping kantor kemudian dipindahkan tanpa sepengetahuan mereka.

Daus lalu menyerahkan selembar surat terlipat kepada Irwan untuk ditandatangani tanpa penjelasan isi. Setelah menandatangani surat tersebut, Irwan diminta menunggu di lantai tiga. Satu jam berlalu, Daus tak lagi bisa dihubungi.

Ketika Irwan turun untuk memeriksa, mobil mereka telah hilang. Pihak keamanan kantor leasing tak memberi penjelasan, bahkan permintaan untuk melihat rekaman CCTV pun ditolak.

Baca Juga:  Heboh! Kasus Video Mesum Kades Munjul, Bupati Pandeglang Diduga Tutup Mata, Wartawan & Aktivis Siap Kepung Kantor Bupati

Belakangan diketahui, surat yang ditandatangani Irwan ternyata adalah “Surat Kuasa Serah Terima Kendaraan” — dokumen yang seolah memberi izin resmi kepada pihak leasing untuk mengambil mobilnya.

Keluarga korban menilai kejadian ini sebagai penipuan terencana yang melibatkan manipulasi dokumen dan penyalahgunaan kepercayaan konsumen.

“Kami datang untuk melunasi tunggakan, tapi malah dijebak untuk menyerahkan mobil. Kami merasa dipermainkan,” ujar Irwan dengan nada kecewa.

Mereka menuntut agar ACC Leasing Medan:

1. Mengembalikan kendaraan secara utuh tanpa syarat.

2. Meminta maaf secara terbuka kepada korban.

3. Menindak tegas oknum Daus dan pihak terlibat.

4. Melakukan audit internal atas sistem penarikan kendaraan.

5. Melibatkan OJK, YLKI, dan Kepolisian untuk investigasi independen.

Dari kronologi tersebut, terdapat indikasi kuat pelanggaran Pasal 378 KUHP tentang penipuan, Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen, serta pelanggaran terhadap UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Praktik ini juga dinilai mencoreng etika bisnis dan standar layanan jasa keuangan yang berada di bawah pengawasan OJK.

“Tindakan ini bukan sekadar salah prosedur, tapi mengarah pada manipulasi sistematis. Konsumen dijebak lewat administrasi yang tidak transparan,” ujar seorang aktivis perlindungan konsumen di Medan yang enggan disebutkan namanya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT ACC Leasing Medan belum memberikan klarifikasi resmi atas tudingan tersebut.
Keluarga korban berharap kasus ini dapat menjadi pelajaran penting bagi masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap praktik leasing yang tidak transparan dan berpotensi merugikan.

Sumbet : Syahbudin Padank – FRN Fast Respon Counter Polri Nusantara Provinsi Aceh

 

Berita Terkait

Kepala SMA Negeri 2 Lawe Sigala-Gala Membangkang Sidang KIA, Terancam Sanksi Administratif hingga Pidana UU KIP
Deli Serdang Bergejolak, Mahasiswa Kepung DLH, Dugaan Limbah Beracun Seret Nama Pabrik dan Pejabat
Prabowo Ingatkan Kepala Daerah Banyak Warga Kesulitan Hidup, Harus Berjuang Hilangkan Kemiskinan
Korupsi Proyek Waterfront City Danau Toba Meledak, GM BUMN Ikut Ditahan, Negara Rugi Rp13 Miliar
Pegawai Desa Sena Diduga Rangkap Jabatan Jadi Security Sport Center, Kepala Desa Disorot Soal Pembiaran
Pelajaran Hukum dari Aceh Tengah: Saat “Mengamankan” Pelaku Kejahatan Berujung Tersangka
Warga Lawe Berigin Horas Tolak Hasil Audit Inspektorat, Desak Kejaksaan Audit Ulang Dana Desa
Sekolah Rakyat Berdiri di Tanah Sengketa, Pemko Medan Diduga Abaikan Proses Hukum
Berita ini 167 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 11:12

Data Anggaran Kesehatan Ditutup, Publik dan APH Didorong Awasi Kadiskes Aceh Tenggara

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:24

Pemohon Berharap Kadiskes Aceh Tenggara Hadiri Sidang Sengketa Agar Memahami UU Nomor 14 Tahun 2008.

Selasa, 3 Februari 2026 - 00:30

Isra Mi’raj Jadi Momentum Pemko Medan Perkuat Pembangunan Berbasis Nilai Agama

Sabtu, 31 Januari 2026 - 12:48

Rumah Datuk Ong Menuju Cagar Budaya, P2BMI Audiensi dengan Bupati Deli Serdang

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:42

Kades Sena Diduga Biarkan Rangkap Jabatan, P2BMI Resmi Layangkan Surat Pengaduan

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:01

Pustu Direhabilitasi Tapi Tak Berfungsi, Ketua LKGSAI Desak APH Bongkar Tabir di Dinkes Aceh Tenggara

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:26

Sinergi Seni dan Pemerintahan, Papa-kini Apresiasi Kinerja Wakil Bupati Pidie

Kamis, 29 Januari 2026 - 11:42

Sekjen LKGSAI Jamal.B: Pustu Direhab Tapi Tak Dihuni Bidan, Ini Bentuk Pembiaran dan Kegagalan Pemerintah Daerah

Berita Terbaru

Perusahaan, Perkebunan dan Peternakan

Peduli akses warga, PT Bintang Sawit cemerlang cor jalan rusak di Galang

Selasa, 3 Feb 2026 - 15:06