Bitung, Sulut | TribuneIndonesia.com
Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Danyonmarhanlan) VIII Bitung, Letkol Marinir Helmy Hamsyir, M.Tr.Opsla., menghadiri upacara adat “Tulude” yang berlangsung khidmat di lapangan upacara Kantor Walikota Bitung, Jumat (30/1/2026).
Kehadiran pucuk pimpinan Marinir di Bitung ini merupakan bentuk penghormatan terhadap tradisi leluhur masyarakat Nusa Utara yang hingga kini terus dijaga kelestariannya oleh Pemerintah Kota Bitung.
Perayaan tahunan ini menjadi momentum sakral bagi masyarakat sebagai wujud ungkapan rasa syukur yang mendalam kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Selain sebagai sarana berterima kasih atas penyertaan di tahun sebelumnya, ritual Tulude juga dipanjatkan sebagai doa kolektif agar seluruh warga Kota Bitung senantiasa diberkahi keselamatan, kesejahteraan, dan kemajuan dalam mengarungi tahun yang baru.
Acara tersebut turut dihadiri oleh jajaran petinggi daerah, di antaranya Walikota Bitung Hengki Honandar, S.E., Wakil Walikota Randito Maringka, serta jajaran Forkopimda lainnya.
Kehadiran para tokoh adat, tokoh agama, dan lapisan masyarakat setempat menambah kekentalan nuansa budaya dalam sinergi antara pemerintah dan rakyat yang terjalin erat di sepanjang Jalan Sam Ratulangi tersebut.
Letkol Marinir Helmy Hamsyir menegaskan bahwa partisipasi TNI Angkatan Laut, khususnya Korps Marinir, dalam kegiatan ini adalah bukti nyata dukungan militer terhadap penguatan nilai-nilai kearifan lokal.
Kehadiran unsur TNI di tengah prosesi adat diharapkan mampu memperkokoh hubungan harmonis serta sinergitas lintas sektoral yang selama ini telah terbangun dengan baik di wilayah Bitung.
Melalui gelaran budaya ini, diharapkan semangat persatuan dan kebersamaan antar-elemen masyarakat semakin solid.
Pelestarian tradisi Tulude bukan sekadar seremoni, melainkan pilar penting dalam menjaga kondusivitas wilayah serta menjadi fondasi sosial yang kuat untuk mendukung keberlanjutan pembangunan di Kota Bitung ke depan. (Kiti)












