Medan | TribuneIndonesia.com–Suasana haru dan penuh penghormatan menyelimuti kediaman almarhum Paian Tumanggor di Jalan Pelita III, Kecamatan Medan Timur, Sabtu (07/03/2026). Keluarga, kerabat, serta jajaran Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang selama ini dikenal berdedikasi dalam pengabdiannya.
Upacara kedinasan pelepasan jenazah dipimpin oleh Asisten Pemulihan Aset Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Ronald Hasiholan Bakkara, S.H., M.H., yang mewakili Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Dr. Harli Siregar, S.H., M.Hum.
Dalam suasana yang khidmat, Ronald Bakkara membacakan amanat dari Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Ia menyampaikan bahwa kepergian Paian Tumanggor meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Kejaksaan Republik Indonesia, khususnya Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.
“Kejaksaan Republik Indonesia, khususnya Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Kami menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian almarhum selama menjalankan tugasnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini,” ucap Ronald Bakkara saat membacakan amanat tersebut.
Upacara kedinasan itu menjadi momen perpisahan yang sarat makna. Bagi rekan kerja dan sahabat almarhum, Paian Tumanggor bukan sekadar rekan sejawat, tetapi juga sosok yang dikenal penuh tanggung jawab, setia pada tugas, dan mengabdikan dirinya bagi institusi serta masyarakat.
Suasana hening menyelimuti prosesi pelepasan ketika doa-doa dipanjatkan. Kehadiran para pejabat dan pegawai Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menjadi bukti penghormatan terakhir atas pengabdian almarhum selama bertugas.
“Upacara kedinasan ini merupakan bentuk penghormatan terakhir dari keluarga besar Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara kepada almarhum. Selamat jalan, semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” tutup Ronald Bakkara.
Kepergian Paian Tumanggor bukan hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga menjadi pengingat akan arti pengabdian yang tulus kepada negara dan institusi. Di balik kesedihan yang menyelimuti, tersimpan pula rasa bangga atas jejak pengabdian yang telah ia tinggalkan.
Selamat jalan, putra terbaik bangsa. Jasamu akan selalu dikenang.
Ilham Gondrong


















