RAJA AMPAT – TRIBUNEINDONESIA.COM – Komitmen kepada masyarakat tidak cukup hanya disampaikan melalui janji, tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan nyata. Hal inilah yang ditunjukkan Ketua Fraksi Demokrat DPRK Raja Ampat, Soleman Dimara, dengan menyalurkan 30 unit bodi perahu fiber kepada masyarakat Kepulauan Sembilan, Rabu (21/10/2026).
Penyerahan bantuan berlangsung di Waisai dan disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Raja Ampat, Moh. Said Soltief, bersama Kepala Distrik Kepulauan Sembilan, Charles Mayor, serta sejumlah pegawai Dinas Perikanan.
Bantuan tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2026 melalui Dinas Perikanan Kabupaten Raja Ampat dan merupakan bagian dari upaya memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui peran Soleman sebagai wakil rakyat.
Bagi masyarakat kepulauan, perahu bukan sekadar alat transportasi. Sarana ini menjadi kebutuhan penting untuk melaut, menghubungkan antarpulau, serta menopang kehidupan ekonomi keluarga.
Soleman mengatakan, bantuan tersebut ditujukan untuk membantu menjawab kebutuhan masyarakat, terutama nelayan yang selama ini menghadapi keterbatasan sarana transportasi laut.
“Pada prinsipnya, bantuan ini memang masih jauh dari harapan masyarakat. Namun, saya mencoba menjawab keluhan warga yang selama ini membutuhkan sarana transportasi laut,” ujar Soleman.
Menurutnya, kondisi geografis Raja Ampat yang terdiri atas pulau-pulau membuat transportasi laut menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Terlebih, saat musim ikan tenggiri, nelayan membutuhkan sarana yang memadai untuk menunjang aktivitas penangkapan ikan.
“Raja Ampat ini pada umumnya masyarakat membutuhkan transportasi sebagai kebutuhan dasar. Kita hidup dari pulau ke pulau. Apalagi sekarang musim ikan tenggiri, masyarakat sangat membutuhkan bodi fiber untuk melakukan aktivitas memancing,” katanya.
Bukan Sekadar Janji, tetapi Komitmen kepada Masyarakat
Soleman menegaskan, penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmennya kepada masyarakat di daerah pemilihan, khususnya warga Kepulauan Sembilan yang merupakan kampung halamannya.
“Ini bukan sekadar janji, tetapi komitmen saya kepada masyarakat Misool, khususnya kampung saya di Kepulauan Sembilan,” tegasnya.
Ia menyadari bahwa kebutuhan masyarakat Raja Ampat masih sangat besar dan bantuan serupa juga dibutuhkan warga di wilayah lain. Karena itu, ia menyebut perjuangan memenuhi kebutuhan masyarakat sebagai pekerjaan rumah yang harus terus diupayakan bersama pemerintah daerah.
“Saya tidak bermaksud mengesampingkan keluarga dan masyarakat yang lain. Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi saya. Hari ini saya mulai dari Kepulauan Sembilan, dan apabila Tuhan memberikan kesehatan serta kekuatan, saya akan terus berupaya melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Soleman juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, khususnya Dinas Perikanan, yang telah mendukung penyaluran bantuan tersebut. Ia berharap sinergi antara DPRK dan pemerintah daerah terus diperkuat agar kebutuhan masyarakat kepulauan dapat dipenuhi secara bertahap.
Berharap Bantuan Dimanfaatkan untuk Kesejahteraan Nelayan
Kepada masyarakat penerima, Soleman berpesan agar 30 unit bodi fiber tersebut dirawat dan dimanfaatkan secara maksimal untuk menunjang kegiatan melaut serta meningkatkan produktivitas ekonomi keluarga.
Ia berharap bantuan itu tidak hanya meringankan kebutuhan transportasi, tetapi juga membuka peluang bagi nelayan untuk lebih produktif dalam mencari hasil laut.
“Harapan saya, masyarakat yang menerima bantuan ini dapat bersyukur kepada Tuhan dan berterima kasih kepada pemerintah daerah. Saya juga memohon dukungan doa agar diberikan kesehatan dan kekuatan untuk terus berkarya bagi Kabupaten Raja Ampat yang sama-sama kita cintai,” tutupnya.
Penyaluran 30 unit bodi fiber ini menjadi salah satu upaya menjawab kebutuhan masyarakat pesisir. Namun, bagi wilayah kepulauan seperti Raja Ampat, tantangan pemenuhan sarana transportasi laut masih membutuhkan perhatian dan dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah maupun para wakil rakyat.














