Jakarta | TribuneIndonesia.com
Mabes Polri melakukan perombakan besar dalam struktur kepemimpinan kewilayahan di seluruh Indonesia, Kamis (29/01/26).
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo secara resmi menerbitkan telegram rahasia terkait mutasi dan rotasi jabatan yang menyasar puluhan Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen), termasuk pengukuhan 36 nama yang kini mengemban amanah sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda).
Langkah strategis ini tertuang dalam dua Surat Telegram (ST) sekaligus, yakni ST/99/I/KEP./2026 tertanggal 15 Januari 2026 dan ST/143/I/KEP./2026 tertanggal 22 Januari 2026, seperti dilansir dari Sindonews.com
Keputusan ini diambil sebagai bagian dari penguatan struktur organisasi serta akselerasi pembinaan karier bagi personel yang memiliki rekam jejak mumpuni di bidangnya.
”Mutasi ini merupakan hal yang wajar dalam organisasi Polri untuk penyegaran serta meningkatkan performa pelayanan kepolisian di tingkat provinsi,”
Tulis keterangan resmi tersebut. Dari total 85 personel yang bergeser, 69 di antaranya mendapatkan promosi jabatan maupun pergeseran posisi pada level yang setara (flat), mencakup posisi krusial di Mabes Polri hingga pimpinan wilayah.
Salah satu sorotan utama dalam mutasi kali ini adalah penunjukan Irjen Pol Sandi Nugroho. Mantan Kadiv Humas Polri tersebut kini dipercaya memimpin Polda Sumatera Selatan menggantikan Irjen Pol Andi Rian Djajadi.
Selain itu, dinamika kepemimpinan di tanah Papua juga mengalami perubahan signifikan; Irjen Pol Alfred Papare kini menjabat sebagai Kapolda Papua Barat, sementara posisi Kapolda Papua Tengah kini dipercayakan kepada Brigjen Pol Jermias Rontini.
Berikut adalah daftar lengkap 36 Kapolda se-Indonesia pasca-mutasi Januari 2026:
Wilayah Barat dan Sumatera
Kepemimpinan di tanah Sumatera diisi oleh sederet jenderal berpengalaman, di antaranya Irjen Pol Marzuki Ali Basya (Akpol 1991) sebagai Kapolda Aceh, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto (Akpol 1994) yang memimpin Sumatera Utara, serta Irjen Pol Gatot Tri Suryanta (Akpol 1991) di Sumatera Barat.
Selanjutnya, Irjen Pol Hery Heryawan (Akpol 1996) menjabat Kapolda Riau, Irjen Pol Asep Safrudin (Akpol 1993) di Kepulauan Riau, dan Irjen Pol Krisno Halomoan Siregar (Akpol 1991) di Jambi.
Untuk wilayah Bengkulu dijabat oleh Irjen Pol Mardiyono (Akpol 1991), Sumatera Selatan oleh Irjen Pol Sandi Nugroho (Akpol 1995), Kepulauan Bangka Belitung oleh Irjen Pol Viktor Theodorus Sihombing (Akpol 1992), serta Irjen Pol Helfi Assegaf (Akpol 1992) sebagai Kapolda Lampung.
Wilayah Pulau Jawa dan Bali
Di jantung pemerintahan, Irjen Pol Asep Edi Suheri (Akpol 1994) memimpin Polda Metro Jaya. Wilayah Banten dipercayakan kepada Irjen Pol Hengki (Akpol 1995), Jawa Barat oleh Irjen Pol Rudi Setiawan (Akpol 1993), dan Jawa Tengah oleh Irjen Pol Ribut Hari Wibowo (Akpol 1996).
Sementara itu, Irjen Pol Anggoro Sukartono (Akpol 1994) menjabat sebagai Kapolda DIY, Irjen Pol Nanang Avianto (Akpol 1990) memimpin Jawa Timur, dan Irjen Pol Daniel Adityajaya (Akpol 1991) dipercaya menjaga keamanan di wilayah Bali.
Wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara
Bergeser ke tengah, Irjen Pol Edy Murbowo (Akpol 1990) menjabat Kapolda NTB dan Irjen Pol Rudi Darmoko (Akpol 1993) sebagai Kapolda NTT. Di tanah Borneo, posisi Kapolda diisi oleh Irjen Pol Pipit Rismanto (Akpol 1994) di Kalimantan Barat, Irjen Iwan Kurniawan (Akpol 1994) di Kalimantan Tengah, dan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan (Akpol 1992) di Kalimantan Selatan.
Melengkapi formasi tersebut, Irjen Pol Endar Priantoro (Akpol 1994) resmi menjabat sebagai Kapolda Kalimantan Timur dan Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy (Akpol 1991) memimpin Kalimantan Utara.
Wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua
Untuk jazirah Sulawesi, Irjen Pol Roycke Harry Langie (Akpol 1994) memimpin Sulawesi Utara, Irjen Pol Widodo (Akpol 1994) di Gorontalo, dan Irjen Pol Endi Sutendi (Akpol 1991) di Sulawesi Tengah.
Kemudian Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta (Akpol 1994) di Sulawesi Barat, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro (Akpol 1991) di Sulawesi Selatan, serta Irjen Pol Didik Agung Widjanarko (Akpol 1991) di Sulawesi Tenggara.
Di wilayah Kepulauan Maluku dan Papua, tugas berat diemban oleh Irjen Pol Waris Agono (Akpol 1990) sebagai Kapolda Maluku Utara dan Irjen Pol Dadang Hartanto (Akpol 1994) sebagai Kapolda Maluku.
Terakhir, wilayah Papua dipimpin oleh Irjen Pol Petrus Patrige Rudolf Renwarin (Akpol 1991), Papua Barat oleh Irjen Pol Alfred Papare (Akpol 1995), Papua Barat Daya oleh Brigjen Pol Gatot Haribowo (Akpol 1991), dan Papua Tengah oleh Brigjen Pol Jermias Rontini (Akpol 1996).
Dengan komposisi baru ini, diharapkan kinerja Polda sebagai satuan pelaksana utama di tingkat provinsi dapat semakin optimal dalam menjaga stabilitas keamanan nasional di tengah tantangan tahun 2026 yang semakin dinamis.
(*-Talia)





















