Kutacane/Tribuneindonesia.com
Masyarakat Desa Biak Muli Induk, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara, meminta aktivis lokal melakukan uji laboratorium terhadap daging yang dibagikan ke warga di hari menjelang idul Fitri 1447 H / 2026 M, karena diduga sudah beraroma bauk-busuk.jumat 20 Maret 2026.
Keluhan ini muncul setelah paket bantuan diterima oleh warga desa Biak Muli pada hari ini dikantor Kepdes pagi ini , sejumlah kepala keluarga menyebut daging mengeluarkan bau menyengat, berlendir, dan berwarna gelap tanda yang biasanya menandakan ketidaklayakan konsumsi.
Tokoh masyarakat bersama perangkat dusun mendatangi Lembaga Swadaya Masyarakat Tipikor Aceh Tenggara pada Jumat pagi. Mereka menyerahkan sampel dan mendesak agar dibawa ke Badan POM atau laboratorium kesehatan daerah untuk memastikan apakah daging masih layak edar. “Ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Jika benar busuk, kami minta ada audit distribusi dan pertanggungjawaban pihak penyalur,” ujar salah satu warga.
Belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara atau penyedia bantuan. Aktivis LSM Tipikor setempat berjanji dan Akan trus mengawal proses pemeriksaan dan meminta pada pemerintah kabupaten Aceh Tenggara Agar secepatnya turun tangan agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
Sebelumnya, Kepala Desa Biak Muli Induk juga menjadi sorotan terkait pengelolaan dana desa dan irigasi, sehingga warga menuntut transparansi lebih besar dalam program bantuan ini tutupnya.
Perls:Abdilgani























