GEGER! Kasus Pemindahan dr. Laura Cristanty,S.p.A.,Jadi Sorotan Nasional, Ribuan Pengguna Instagram Bereaksi

- Editor

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 05:13

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAJA AMPAT, TRIBUNEINDONESIA.COM – Polemik pemindahan tugas dr. Laura Christanty, Sp.A., dokter spesialis anak di RSUD Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, kini mendapat sorotan lebih luas setelah menjadi perbincangan di media sosial Instagram.

Persoalan yang sebelumnya menjadi perhatian masyarakat Raja Ampat tersebut turut memancing tanggapan dari kalangan dokter. Kebijakan penugasan dr. Laura ke puskesmas dipertanyakan, terutama berkaitan dengan ketersediaan pelayanan dokter spesialis anak di rumah sakit daerah.

Dalam sebuah video yang diunggah melalui Instagram, seorang dokter menyampaikan tanggapannya mengenai polemik tersebut. Ia mempertanyakan kebijakan penempatan dokter spesialis anak dan menyinggung pembahasan mengenai rencana menghadirkan dokter spesialis anak yang baru.

“Kalau memang Raja Ampat tidak mau, tidak apa-apa. Jadi, enggak dongkol-dongkol amat, gitu loh,” ujar dokter tersebut dalam video yang beredar.

Pernyataan itu menjadi salah satu bagian dari perbincangan publik mengenai kebijakan penempatan tenaga medis di daerah, khususnya wilayah kepulauan yang memiliki tantangan akses pelayanan kesehatan.

Ratusan Komentar Soroti Pelayanan Kesehatan

Berdasarkan angka interaksi yang dicatat pada unggahan tersebut, video itu telah memperoleh sekitar 2,2 ribu tanda suka, 282 kali dibagikan, serta diunggah kembali oleh 197 akun. Kolom komentarnya juga dipenuhi sekitar 240 komentar dengan beragam tanggapan.

Sejumlah komentar menyoroti perbedaan antara pemindahan dokter umum dan dokter spesialis anak. Ada pula komentar yang mempertanyakan efektivitas menghadirkan dokter spesialis apabila ketersediaan obat, sarana, dan prasarana pelayanan belum memadai.

Baca Juga:  Dua Desa, Satu Hati: Tradisi Santunan yang Terus Hidup di Aceh Timur

Salah satu tanggapan menyinggung kemungkinan pasien tetap harus dirujuk ke luar daerah apabila fasilitas penunjang pelayanan kesehatan tidak tersedia secara memadai.

Komentar-komentar tersebut memperlihatkan bahwa perdebatan di media sosial tidak hanya berkutat pada pemindahan seorang dokter, tetapi juga menyentuh persoalan kesiapan fasilitas kesehatan dalam mendukung pelayanan spesialis bagi masyarakat Raja Ampat.

Kebijakan Daerah Jadi Perhatian

Polemik ini menempatkan kebijakan penugasan dr. Laura dalam sorotan publik yang lebih luas. Namun, tingginya interaksi di media sosial belum dengan sendirinya membuktikan bahwa seluruh komunitas dokter spesialis anak memiliki sikap yang sama terhadap Raja Ampat.

Kekhawatiran mengenai ketersediaan tenaga spesialis, fasilitas medis, dan keberlanjutan pelayanan kesehatan tetap menjadi persoalan yang perlu dijawab melalui penjelasan resmi pemerintah daerah dan manajemen RSUD Waisai.

Masyarakat juga membutuhkan kepastian bahwa setiap kebijakan penempatan tenaga medis tetap mempertimbangkan kebutuhan pasien, khususnya anak-anak yang memerlukan pemeriksaan dan penanganan dokter spesialis.

Hingga berita ini disusun, polemik tersebut masih menjadi perhatian publik. Penjelasan resmi mengenai dasar penugasan dr. Laura, kebutuhan dokter spesialis anak di RSUD Waisai, serta rencana pemenuhan pelayanan spesialis menjadi hal penting untuk menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang.

Berita Terkait

Camat Maesa Fatmawaty Soleman Dorong Keluarga Jadi Benteng Utama Cegah Narkoba
Layani Klien Internasional dalam Tiga Bahasa Asing, PW Law Firm Medan Terpilih Menerima Asia Best Choice Award 2026
Kapolres Bireuen Subuh Keliling di Masjid Agung Sultan Jeumpa, Ajak Masyarakat Bersatu Perangi Narkoba
Wali Kota Jeffry Sentana Apresiasi Kesuksesan Langsa Expo 2026, Bergek Meriahkan Malam Puncak HUT ke-25 Kota Langsa
Giri Prasta Tanam Mangrove di Tahura Ngurah Rai Bersama IWO Bali, Tekankan Perawatan Berkelanjutan
URGENT KEMANUSIAAN! Siti Munawaroh Butuh Tambahan 1 Kantong Darah Golongan O Positif, Keluarga Berharap Uluran Tangan Relawan
​Wujudkan “Green Policing”, Polres Bitung Tanam Pohon Penghijauan di Pinokalan
Begini penjelasan Kapendam IX/Udayana Terkait Ranpur Anoa
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 05:29

Camat Maesa Fatmawaty Soleman Dorong Keluarga Jadi Benteng Utama Cegah Narkoba

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 05:13

GEGER! Kasus Pemindahan dr. Laura Cristanty,S.p.A.,Jadi Sorotan Nasional, Ribuan Pengguna Instagram Bereaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:40

URGENT KEMANUSIAAN! Siti Munawaroh Butuh Tambahan 1 Kantong Darah Golongan O Positif, Keluarga Berharap Uluran Tangan Relawan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 05:01

HKA Siagakan Petugas dan Perkuat Koordinasi Antisipasi Dampak Karhutla di Ruas Kelolaan JTTS

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:50

Penuh Harapan : Harmoni Kebersamaan PWI Simeulue dan Nasir Nurdin di Pelabuhan Sinabang

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:06

Kasus Kayu Ilegal di Aceh Singkil Disorot, Kuasa Hukum Desak Polisi Usut Dugaan Keterlibatan Anak Wakil Bupati

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:57

Tekan Angka Pengangguran, Kapolres Bitung Hadiri Peluncuran Program POLIRAN di Ranowulu

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:36

Night Angel, Band Gothic Metal Asal Batang Kuis yang Bertahan Sejak 1999

Berita Terbaru