Bireuen/Tribuneindonesia.com
Bagi para pencinta kuliner tradisional dan pelancong yang berkunjung ke Tanah Rencong, nama Toko Oleh-Oleh Araco tentu sudah tidak asing lagi. Usaha legendaris milik keluarga Haji Arahman ini terus mengepakkan sayap bisnisnya dengan mengoperasikan 4 cabang strategis, termasuk di kawasan Peunayong dan Ulee Kareng, Banda Aceh. Senin 12 Oktober 2026.
Dikenal luas sebagai pusat grosir dan eceran terlengkap, Araco menjadi destinasi utama berburu buah tangan khas Aceh. Salah satu produk unggulan yang paling diburu konsumen di seluruh cabang Araco adalah kerupuk mulieng (emping melinjo) premium produksi lokal, di samping merek populer lainnya seperti Befnun.
Rasa emping yang renyah, gurih, dan autentik menjadikannya idola, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun komoditas bagi para pelaku usaha lainnya.
Perwakilan manajemen Araco menyampaikan bahwa komitmen utama usaha keluarga ini adalah menjaga cita rasa tradisional sekaligus memberikan kemudahan akses bagi pelanggan.
“Kami melayani pembelian eceran untuk konsumsi harian atau wisatawan, serta sistem grosir dengan harga yang sangat bersaing bagi para agen yang ingin menjualnya kembali,” ujarnya.
Selain kerupuk mulieng, jaringan Toko Araco juga menyediakan berbagai varian kuliner khas Aceh lainnya, mulai dari kopi Gayo, kue tradisional, hingga aneka camilan kering.
Kehadiran empat cabang ini diharapkan mampu mendongkrak sektor UMKM daerah sekaligus mempermudah masyarakat dalam mendapatkan produk oleh-oleh berkualitas tinggi tanpa harus menempuh perjalanan jauh.














