Gelar Puncak FPSL 2026 di Selat Lembeh, Pemkot Bitung Pertegas Komitmen Wisata Bahari Berkelanjutan

- Editor

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bitung | Tribuneindonesia.com – Suasana semarak dan penuh kehangatan mewarnai perhelatan puncak Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) 2026 yang berlangsung meriah di kawasan Lapangan Satrol Kodaeral VIII, Kota Bitung, Sabtu (10/10/26).

​Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, S.E., bersama Wakil Wali Kota Bitung, Randito Maringka, S.Sos., hadir langsung memimpin jalannya perhelatan akbar tersebut dengan didampingi para istri masing-masing.

​Prosesi penyambutan jajaran pimpinan daerah tersebut berlangsung secara sakral dan megah lewat persembahan tarian perang tradisional Kabasaran khas Minahasa.

​Di panggung utama, jajaran pejabat teras Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung bersama jajaran Forkopimda dihibur oleh deretan pertunjukan seni budaya, mulai dari atraksi Barongsai hingga beragam tarian daerah.

​Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggaraan Event Kementerian Pariwisata RI, Titi Lestari, mengawali mata acara dengan menyampaikan apresiasi setinggi-tinggingya kepada seluruh jajaran panitia dan Pemkot Bitung.

​Titi menilai gelaran tahunan yang kaya akan nuansa kebudayaan ini berhasil mempertegas sinergi kolaboratif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat Sulawesi Utara.


Kementerian Pariwisata RI menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan FPSL 2026 yang kembali menembus jajaran Kharisma Event Nusantara (KEN).


​Keberhasilan tersebut dinilai sangat istimewa karena FPSL berhasil lolos tahap kurasi ketat, menyisihkan lebih dari 650 usulan event daerah dari seluruh penjuru Indonesia.


​”Dari 650 usulan event se-Indonesia, Festival Pesona Selat Lembeh membuktikan kualitasnya dengan kembali terpilih dalam Karisma Event Nusantara (KEN). Event ini bukan sekadar pesta budaya, tetapi wujud rasa syukur masyarakat pesisir yang tumbuh menjadi identitas dan daya tarik wisata unggulan,”


ungkap Titi Lestari saat memberikan sambutan.

Kementerian Pariwisata RI memberi perhatian khusus pada aspek keberlanjutan lingkungan dan tingkat kesadaran kebersihan yang ditunjukkan oleh warga Kota Bitung sepanjang acara.

​Kesiapsiagaan panitia dan pengunjung dalam mengumpulkan sampah sewaktu acara berlangsung membuktikan penerapan budaya bersih serta konsep pariwisata ramah lingkungan di Sulawesi Utara.


Sejarah dan filosofi FPSL sejatinya mengakar kuat pada kearifan lokal masyarakat pesisir, yang bersumber dari tradisi ucapan syukur nelayan serta pelaku industri perikanan atas kelimpahan hasil laut.


​Pihak Kementerian Pariwisata meyakini keberlanjutan agenda rutin ini mampu menjadi mesin penggerak perekonomian daerah melalui dampak efek berganda (multiplier effect).

​Perputaran roda ekonomi selama acara berlangsung memberikan dampak positif yang dirasakan langsung oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pemilik perhotelan, hingga penyedia jasa transportasi.


​”Kementerian Pariwisata berkomitmen penuh mendukung penyelenggaraan event daerah sebagai mesin penggerak ekonomi. Semakin pariwisata diperhatikan dan dikembangkan secara kolaboratif, semakin besar dampak berganda yang dihasilkan untuk menyejahterakan masyarakat,”


pungkas Titi mengakhiri orasinya.

​Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bitung, Ir. Ignatius Rudy Theno, S.T., M.T., M.A.P., mewakili Wali Kota Bitung menegaskan komitmen Pemkot Bitung dalam menjadikan FPSL 2026 sebagai ajang unggulan promosi wisata bahari ke kancah internasional.

Baca Juga:  BNPT dan Pemerintah Australia Gelar Konsultasi Bilateral, Bahas Penanggulangan Terorisme

​Sekda Kota Bitung memaparkan bahwa Kota Bitung menyimpan potensi bahari yang luar biasa serta ditopang oleh kehidupan masyarakatnya yang senantiasa harmonis dalam keberagaman.


​”Kota Bitung adalah rumah kita bersama, sebuah kota yang diberkahi keindahan laut nan mempesona, kekayaan budaya yang adiluhung, serta semangat hidup harmonis dalam bingkai keberagaman. Atas nama Pemerintah Kota Bitung, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kementerian Pariwisata RI atas dukungannya. Momentum ini merupakan kesempatan besar untuk semakin memperkokoh citra Bitung sebagai kota yang kaya akan potensi bahari dan pariwisata,”


ujar Sekda Kota Bitung membacakan amanat Wali Kota.

​Pemkot Bitung sengaja mengusung tema “Together in Harmony” pada FPSL 2026 sebagai seruan moral agar warga Kota Bitung terus merawat kebersamaan serta memelihara toleransi antar sesama.


​”Melalui tema ‘Together in Harmony”  mari kita terus menjaga kebersamaan dan merawat keberagaman. Perbedaan bukanlah pemisah, melainkan pendorong utama untuk menjadikan Kota Bitung semakin maju, harmonis, dan sejahtera. Mari kita nikmati FPSL 2026 ini untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, mendukung UMKM lokal, serta menunjukkan kepada Indonesia bahwa Bitung adalah kota yang ramah dan terbuka bagi siapa saja,”


sambungnya.

​Penyelenggaraan FPSL 2026 ini membawa harapan besar bagi peningkatan angka kunjungan wisatawan serta dampak pendapatan secara langsung bagi pelaku usaha kecil dan masyarakat pesisir.

​Rangkaian agenda festival dikemas semarak melalui berbagai pameran UMKM, pertunjukan seni budaya, parade busana, hingga sajian atraksi wisata bahari di perairan Selat Lembeh.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Fransiscus yang hadir mewakili Gubernur Sulawesi Utara turut memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, selaku Ketua Umum Panitia atas kesuksesan perhelatan ini.

​Sorotan utama pada puncak acara FPSL 2026 ditandai dengan keberhasilan gelaran Sailing Pass melalui Parade Perahu Hias di sepanjang jernihnya perairan Selat Lembeh.

​Atraksi bahari tersebut menyedot perhatian ribuan pasang mata, mulai dari warga lokal hingga wisatawan mancanegara yang memadati kawasan Dermaga Satrol Kodaeral VIII.

​Ratusan armada kapal dan perahu nelayan tradisional, taksi laut, hingga kapal patroli tampil penuh warna dengan hiasan bermotif bahari dan kebudayaan daerah.

​Iring-iringan parade yang dipimpin langsung oleh armada Satrol Kodaeral VIII bersama unsur TNI AL menyajikan panorama visual spektakuler di sepanjang Selat Lembeh.

​Acara akbar ini dihadiri Asisten 3 Pemprov Sulut Dr. Fransiscus mewakili Gubernur Sulut, Wali Kota Bitung Hengky Honandar, Wakil Wali Kota Randito Maringka, Sekda Rudy Theno, jajaran Forkopimda, Kadispar Sulut, Direktur KPLP Triyono, perwakilan Konsulat Jengah Jepang dan Filipina, pimpinan BUMN/BUMD, tokoh agama, pelaku UMKM, hingga insan pers. (kiti)

Berita Terkait

Pemkot Bitung Sambut Kunjungan Spiritual Rombongan Pendeta dan Pemuda Asal Jerman
Kasat Resnarkoba Tegas! Polisi Kejar Pelaku Lain di Balik Peredaran Cap Tikus Ilegal di Raja Ampat
Walikota Bitung Hadiri Pembukaan Regional Marine Pollution Exercise 2026 di Manado
Waka Polres R4 Respons Cepat Informasi Dugaan Peredaran Cap Tikus di Waisai, Kasat Narkoba Diperintahkan Lidik
Udara Waisai Diselimuti Asap, Bupati Raja Ampat Kerahkan BPBD, TNI-Polri Lindungi Pelajar
BREAKING! Waisai Diselimuti Asap Karhutla, Ketua DPRK Raja Ampat Turun ke Jalan Bagikan Masker ke Warga
Tak Tinggal Diam! Ketua DPRK Raja Ampat Turun Langsung Bagikan Masker di Tengah Kepungan Asap
Kebakaran Hutan Kofiau Sudah 3 Minggu, Anggota DPRP PBD Frangky Umpain Minta Pemerintah Bergerak
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:59

RSU Mitra Guray Soroti Burnout Tenaga Kesehatan, Kesehatan Mental Jadi Perhatian

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:01

Safril Yunus: ​27 Tahun Kabupaten Simeulue Memperkuat Komitmen Menuju Pusat Ekonomi Biru dan Daerah Bermartabat

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:00

Usung Tema ‘Bitung Maju Sejahtera’, Pemkot Bitung Perkuat Sinergi dan Pelayanan Warga di HUT ke-36

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:44

DINKES: Kegiatan Evaluasi Dan Validasi Data Capaian Program HIV dan PIMS [ penyakit insfeksi menular Seksual

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:05

Kapolres Tegas! Ganja 121,54 Gram Dimusnahkan, Pelajar Diingatkan Jauhi Narkoba dan Miras

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:01

Kasat Resnarkoba Tegas! Polisi Kejar Pelaku Lain di Balik Peredaran Cap Tikus Ilegal di Raja Ampat

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:26

Aktivis Gayo Soroti Dugaan Markup Pengadaan APE di Disdik Aceh Tengah

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:46

Polres Raja Ampat Musnahkan Ganja dan 200 Liter Cap Tikus, Kapolres: Kami Terus Kejar Pihak Lain yang Terlibat

Berita Terbaru

Feature dan Opini

Ekonomi Indonesia Melemah, Lapangan Kerja masi jadi persoalan

Sabtu, 10 Okt 2026 - 13:06