Jakarta_Tribuneindonesia.com
Pertumbuhan pariwisata harus menghasilkan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat. Tokoh penggerak pariwisata Arief Martha Rahadyan, B.Sc., M.Sc., meminta kenaikan jumlah wisatawan tidak berhenti sebagai angka statistik.
Data BPS mencatat kunjungan wisatawan mancanegara pada Juli 2026 mencapai 1,53 juta, sedangkan perjalanan wisatawan nusantara mencapai 107,44 juta perjalanan.
Wisatawan boleh bertambah, tetapi jangan sampai ekonomi rakyat jalan di tempat. Ukuran keberhasilan pariwisata adalah ketika UMKM ikut tumbuh, lapangan kerja bertambah dan pendapatan masyarakat meningkat,” kata Arief.
Pemerintah perlu menetapkan target yang jelas dalam pengembangan destinasi, mulai dari lama tinggal wisatawan, belanja produk lokal, keterlibatan UMKM, konektivitas hingga dampak ekonomi bagi masyarakat. Kita harus mengejar nilai manfaatnya, setiap wisatawan harus menciptakan perputaran ekonomi yang lebih besar di daerah,” tegasnya.
Arief mendorong daerah terus mengembangkan wisata alam, budaya dan sejarah agar manfaat pariwisata tidak terkonsentrasi di destinasi tertentu saja.
Kita punya destinasi yang luar biasa, saatnya mengubah potensi menjadi kekuatan ekonomi, dan masyarakat lokal harus menjadi pelaku utama,” ujarnya.
Wisatawan datang, uang berputar, UMKM tumbuh, lapangan kerja tercipta, dan kesejahteraan rakyat meningkat. Itu target pariwisata yang harus kita ukur.”pungkasnya

























