
ACEH TENGGARA – Dugaan penyelewengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMP Negeri Perisai yang sebelumnya telah diberitakan, hingga kini belum mendapat tanggapan resmi dari pihak terkait. Sikap diam tersebut justru memunculkan pertanyaan publik dan memperkuat desakan agar kasus ini segera ditindaklanjuti.
Sejumlah pihak menilai, tidak adanya klarifikasi dari PLT Kepala SMP Negeri Perisai menunjukkan kurangnya itikad baik dalam menjelaskan persoalan yang tengah menjadi sorotan. Bahkan, upaya konfirmasi lanjutan yang dilakukan wartawan juga belum membuahkan hasil.
Sebelumnya, wartawan telah mencoba menghubungi yang bersangkutan melalui WhatsApp, namun nomor tersebut diduga telah diblokir.Hingga berita lanjutan ini diterbitkan, tidak ada respon atau keterangan resmi yang diberikan.
Dugaan awal terkait pencairan dana BOS tanpa sepengetahuan bendahara, ketidakjelasan laporan penggunaan anggaran, serta indikasi tidak adanya dokumen pertanggungjawaban (SPJ) yang lengkap, kini semakin menjadi perhatian berbagai pihak.
Jumlah dana yang menjadi sorotan, yakni sebesar Rp138.620.000, sebagaimana tercatat dalam rekening giro sekolah, dinilai bukan angka kecil dan harus dipertanggungjawabkan secara transparan sesuai ketentuan yang berlaku.
Beberapa sumber menyebutkan, jika persoalan ini terus diabaikan tanpa adanya klarifikasi, maka langkah lanjutan berupa pelaporan kepada aparat penegak hukum tidak dapat dihindari. Hal ini dinilai penting untuk memastikan ada kepastian hukum dan menjaga integritas pengelolaan dana pendidikan.
Selain itu, instansi terkait juga diharapkan segera turun tangan melakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan dana BOS di SMP Negeri Perisai guna menghindari potensi kerugian negara yang lebih besar.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PLT Kepala SMP Negeri Perisai masih belum memberikan keterangan resmi. Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak terkait demi keberimbangan pemberitaan. (tim)



















