Deli Serdang I TribuneIndonesia.com–Komitmen terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kembali digaungkan melalui kunjungan resmi yang dilakukan organisasi jurnalis dan konten kreator Infokom Global Berkarya (IGB) bersama Tim Investigasi Perkumpulan Penulis Berita Media Indonesia (P2BMI) ke RSUD Drs. H. Amri Tambunan Senin 6 April 2026
Kunjungan yang sarat makna ini dipimpin langsung oleh Ketua IGB, Edward P Sinaga, serta Ketua DPP P2BMI, Awaluddin Sikumbang, bersama sejumlah anggota tim investigasi. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Direktur RSUD, dr. Erlinda Yani, di aula lantai dua rumah sakit tersebut.
Pertemuan ini bukan hanya semta agenda formal, melainkan wujud nyata kontrol sosial yang konstruktif. Dalam dialog terbuka, tim investigasi menyoroti berbagai program unggulan rumah sakit, khususnya terkait upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Deli Serdang.
Dengan penuh keterbukaan, dr. Erlinda Yani memaparkan sejumlah perkembangan penting. Salah satunya adalah hadirnya alat Cath Lab (kateterisasi jantung) yang merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Alat canggih tersebut kini telah terpasang dan tengah memasuki tahap pemrograman, sembari menunggu izin operasional dari pemerintah provinsi agar dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.
Namun, di balik capaian tersebut, pihak rumah sakit tidak menutup mata terhadap berbagai keterbatasan yang masih dihadapi. Beberapa layanan spesialis, seperti bedah anak dan bedah toraks, masih belum tersedia akibat keterbatasan fasilitas serta tenaga medis. Kondisi ini menjadi perhatian serius manajemen rumah sakit sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan untuk terus berbenah.
Kita terus berupaya meningkatkan pelayanan agar masyarakat Deli Serdang mendapatkan layanan kesehatan yang optimal, sejalan dengan program Bapak Bupati Deli Serdang, dr. Asri Ludin Tambunan, dalam mewujudkan Deli Serdang Sehat,” ujar dr. Erlinda dengan penuh dedikasi.
Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga pola hidup sehat, memperhatikan kebersihan lingkungan, serta melakukan deteksi dini penyakit melalui pemeriksaan di fasilitas kesehatan terdekat seperti puskesmas.
Di sisi lain, persoalan klasik berupa keterbatasan ruang rawat inap juga menjadi sorotan. Tingginya jumlah pasien kerap membuat kapasitas kamar penuh, sehingga tidak jarang pasien harus menunggu di ruang IGD sebagai ruang transit sebelum mendapatkan kamar perawatan.
Kondisi ini menjadi bahan evaluasi kami ke depan, khususnya dalam upaya penambahan kapasitas layanan agar masyarakat tidak perlu menunggu terlalu lama,” tambahnya.
Kunjungan ini menjadi refleksi penting bahwa sinergi antara insan pers, organisasi masyarakat, dan institusi pelayanan publik merupakan kunci dalam mendorong transparansi serta peningkatan kualitas layanan. IGB dan P2BMI tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga menghadirkan semangat kolaborasi demi terwujudnya pelayanan kesehatan yang lebih manusiawi, merata, dan berkeadilan.
Lebih dari sekedar kunjungan, langkah ini adalah pesan kuat bahwa harapan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang layak terus dijaga dan diperjuangkan bersama, dengan dedikasi tanpa henti.
Ilham Gondrong




















