GMNI Ultimatum DPRK Bener Meriah, Pansus Bencana Diminta Tak Sekadar Seremonial

- Editor

Kamis, 2 April 2026 - 11:15

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris DPC GMNI Bener Meriah, Aji Feprizal (Foto ist)
Sekretaris DPC GMNI Bener Meriah, Aji Feprizal (Foto ist)

Bener Meriah – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Bener Meriah melayangkan peringatan keras kepada Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bener Meriah terkait rencana pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Bencana.

GMNI menilai pembentukan Pansus berpotensi menjadi kegiatan seremonial semata dan pemborosan anggaran apabila tidak diiringi dengan langkah konkret bagi masyarakat terdampak bencana.

Sekretaris DPC GMNI Bener Meriah, Aji Feprizal, menyebut Pansus kerap tidak efektif dalam implementasi di lapangan. Ia mengingatkan agar pembentukan Pansus tidak hanya berhenti pada rapat dan rekomendasi tanpa realisasi.

“Rakyat membutuhkan bantuan nyata seperti tempat tinggal dan kebutuhan pokok, bukan sekadar kunjungan atau laporan administratif,” ujar Aji dalam keterangannya.

Menurut GMNI, hingga saat ini masih banyak korban bencana yang belum menerima Jaminan Hidup (Jadup) maupun Hunian Sementara (Huntara). Kondisi tersebut diduga akibat pendataan yang tidak akurat dan belum mencerminkan kondisi riil di lapangan.

Baca Juga:  Harga Tiket Melambung, Ketua SAPA: Jangan Lupakan Peran Aceh dalam Sejarah Garuda Indonesia

Sebagai bentuk fungsi kontrol sosial, GMNI memberikan sejumlah tuntutan kepada DPRK melalui Pansus Bencana, di antaranya transparansi anggaran, kepastian penyaluran bantuan, serta percepatan pembangunan hunian bagi korban.

Adapun poin tuntutan tersebut meliputi keterbukaan penggunaan anggaran Pansus, kejelasan waktu pencairan Jadup, Huntara, dan Hunian Tetap (Huntap), verifikasi data langsung ke lapangan, audit dana tanggap darurat, serta percepatan pembangunan hunian tetap.

GMNI juga menegaskan akan mengawal kinerja DPRK dalam menjalankan Pansus Bencana. Jika dinilai tidak berjalan efektif, organisasi tersebut menyatakan siap mengambil langkah lanjutan.

“DPRK diharapkan dapat menjalankan fungsi pengawasan secara optimal dan memastikan kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada masyarakat terdampak,” tutup Aji.

Berita Terkait

Bupati Bireuen lantik 8 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama 
Dana Jatah Hidup Tahap I Korban Banjir di Bireuen Cair bulan April 2026
Dapat Tiket Umrah Gratis Dari Gus Muhaimin, 10 Ulama Besar Aceh Akan Terbang Dengan Mudi Travel
​Pimpin Langsung Evakuasi, Kapolres Bitung Tunjukkan Kepedulian bagi Korban Gempa
Sekda Aceh Tenggara Turun Tangan, Sengketa Lahan SD Negeri Kampung Nangka Tak Bisa Lagi Diabaikan
37 Siswa Terdampak Bencana di SMPN 1 Kutacane Terima Bantuan dari Pusat
Ketum IWAPI Ir Nita Yudi MBA : Kowani Dapat Mensejahterakan Kaum Perempuan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 14:05

Bupati Bireuen lantik 8 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama 

Kamis, 2 April 2026 - 11:17

Kamis, 2 April 2026 - 11:15

GMNI Ultimatum DPRK Bener Meriah, Pansus Bencana Diminta Tak Sekadar Seremonial

Kamis, 2 April 2026 - 07:30

Dapat Tiket Umrah Gratis Dari Gus Muhaimin, 10 Ulama Besar Aceh Akan Terbang Dengan Mudi Travel

Kamis, 2 April 2026 - 05:33

​Pimpin Langsung Evakuasi, Kapolres Bitung Tunjukkan Kepedulian bagi Korban Gempa

Kamis, 2 April 2026 - 04:35

Sekda Aceh Tenggara Turun Tangan, Sengketa Lahan SD Negeri Kampung Nangka Tak Bisa Lagi Diabaikan

Kamis, 2 April 2026 - 04:20

37 Siswa Terdampak Bencana di SMPN 1 Kutacane Terima Bantuan dari Pusat

Kamis, 2 April 2026 - 01:31

Ketum IWAPI Ir Nita Yudi MBA : Kowani Dapat Mensejahterakan Kaum Perempuan

Berita Terbaru

TNI dan Polri

Binrohtal Polres Langkat Perkuat Iman dan Soliditas Personel

Kamis, 2 Apr 2026 - 13:10