Jakarta/Tribuneindonesia.com
PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Utama DKI Jakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam menekan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas melalui aksi nyata berupa pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) dan layanan pengobatan gratis. Kegiatan ini dilaksanakan di markas komunitas Unit Reaksi Cepat (URC) Ojek Online (Ojol) Baruta, Jakarta Pusat, pada Selasa (17/8/2026), sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap keselamatan para pengguna jalan, khususnya pengemudi ojek online yang setiap hari beraktivitas di jalan raya dan berisiko tinggi terhadap kecelakaan.
Dalam kegiatan tersebut hadir Kepala Bagian Pelayanan PT Jasa Raharja Kanwil Utama DKI Jakarta, Pahala Hendra Hasian, didampingi Kepala Sub Bagian Pelayanan Wahyu Agung, jajaran tim pelayanan, serta tim medis Jasa Raharja yang dipimpin oleh dr. Robi. Kehadiran jajaran manajemen ini menjadi wujud nyata dukungan perusahaan dalam membangun budaya keselamatan berlalu lintas sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama kepada korban kecelakaan.
Dalam sambutannya, Pahala Hendra Hasian menegaskan pentingnya pemahaman mengenai Golden Period atau masa emas dalam penanganan korban kecelakaan. Ia menyampaikan bahwa kecepatan dan ketepatan tindakan pada menit-menit awal sangat menentukan peluang keselamatan korban. Pahala juga mengungkapkan fakta yang memprihatinkan bahwa rata-rata setiap satu jam terdapat tiga orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Oleh karena itu, edukasi pertolongan pertama menjadi sangat krusial, khususnya bagi para pengemudi ojek online yang kerap menjadi pihak pertama yang berada di lokasi kejadian. “Kecepatan dan ketepatan pertolongan pertama sangat menentukan nyawa korban. Itulah mengapa edukasi ini menjadi sangat penting bagi rekan-rekan ojek online yang setiap hari berada di jalan raya,” ujarnya.
Sesi pelatihan PPGD dipandu langsung oleh dr. Robi yang memberikan pemaparan sekaligus simulasi praktik penanganan awal korban kecelakaan. Dalam materinya, ia menjelaskan tiga langkah utama yang harus dilakukan, yaitu memastikan keamanan diri sebelum menolong korban agar terhindar dari risiko arus lalu lintas, segera melakukan panggilan darurat kepada tenaga medis atau pihak berwenang, serta memeriksa respons korban dengan memanggil atau menepuk bahu secara perlahan untuk mengetahui tingkat kesadaran.
Peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan pelatihan karena materi yang disampaikan aplikatif dan relevan dengan kondisi di lapangan.
Selain pelatihan, PT Jasa Raharja juga menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bagi sekitar 70 peserta yang terdiri dari pengemudi ojol serta warga sekitar. Layanan ini meliputi pemeriksaan tekanan darah, konsultasi medis, serta pemberian obat sesuai indikasi, sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap kesehatan para mitra dan masyarakat.
Ketua Ojol URC Baruta, Dodi, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, program ini sangat membantu anggota komunitas, tidak hanya dari sisi kesehatan tetapi juga dalam peningkatan kapasitas dan pengetahuan. Ia menilai pelatihan PPGD menjadi bekal penting agar para pengemudi tidak salah langkah saat memberikan pertolongan pertama di lokasi kecelakaan. “Kami sangat berterima kasih. Pengobatan gratis ini sangat membantu keluarga kami, dan pelatihan PPGD ini menjadi bekal penting bagi kami agar tidak salah langkah saat memberikan pertolongan pertama kepada korban kecelakaan di jalanan,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, PT Jasa Raharja Kanwil Utama DKI Jakarta berharap tercipta sinergi antara perusahaan, komunitas ojek online, dan masyarakat dalam membangun budaya tertib dan selamat berlalu lintas, sekaligus memperkuat peran aktif masyarakat sebagai garda terdepan dalam upaya penyelamatan korban kecelakaan di jalan raya.



















