Manado, Sulut|TribuneIndonesia.com
Lapangan KONI Sario, Manado, menjadi saksi bisu kemegahan perayaan historis pada Sabtu (14/02). Wali Kota Manado, Andrei Angouw, tampak hadir di tengah kerumunan massa untuk mengikuti upacara Peringatan Peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946, Minggu (15/02/26).
Kehadiran orang nomor satu di Manado ini menegaskan dukungan penuh pemerintah kota terhadap pelestarian nilai-nilai perjuangan lokal yang berdampak nasional.
Tahun ini, peringatan tersebut mengusung tema sentral “Bhakti Kami Demi Pertiwi, dari Sulawesi Utara untuk Nusantara.” Pesan yang terkandung dalam tema ini mencerminkan komitmen kolektif masyarakat Sulawesi Utara dalam memberikan kontribusi nyata bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), mulai dari ujung utara hingga ke seluruh pelosok negeri.
Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E., memimpin langsung jalannya prosesi sebagai Inspektur Upacara.
Dalam suasana yang khidmat, Gubernur menekankan bahwa momentum 80 tahun peristiwa heroik tersebut merupakan simbol ketangguhan masyarakat daerah dalam mempertahankan kedaulatan bangsa sejak masa pasca-kemerdekaan.
”Peristiwa Merah Putih adalah bukti otentik bahwa Sulawesi Utara pernah dan akan selalu menjadi penjaga kehormatan bangsa,”
Tegas Yulius Selvanus dalam amanatnya.
Ia mengingatkan bahwa semangat yang berkobar pada tahun 1946 tidak boleh padam, melainkan harus bertransformasi menjadi energi positif dalam membangun daerah di era modern.
Kemeriahan acara semakin memuncak dengan suguhan drama kolosal yang merekonstruksi detik-detik perebutan kekuasaan dari tangan penjajah di Manado.
Selain itu, lapangan dipadati oleh ribuan penari dalam atraksi massal mulai dari Tari Kabasaran, Dana-dana, Maengket, hingga Masamper.
Alunan musik bambu dan kolintang turut mengiringi defile peserta yang menambah semarak suasana budaya.
Acara ini juga menarik perhatian internasional dengan kehadiran Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, H.E. Mr. Philip Taula.
Di deretan kursi kehormatan, tampak pula Ketua TP-PKK Sulut, Ny. Anik Yulius Selvanus, bersama unsur Forkopimda, para mantan gubernur, serta keluarga ahli waris pejuang Merah Putih yang menjadi tamu istimewa dalam seremoni tersebut.
Kehadiran para Bupati dan Wali Kota se-Sulawesi Utara, pimpinan DPRD, hingga tokoh lintas agama dan adat menunjukkan soliditas kepemimpinan di daerah ini.
Peringatan ini tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, namun menjadi wadah pengingat bagi generasi muda akan besarnya pengorbanan para pendahulu dalam mengibarkan sang saka di tanah Sulawesi Utara. (Talia)












