Pustu Direhabilitasi Tapi Tak Berfungsi, Ketua LKGSAI Desak APH Bongkar Tabir di Dinkes Aceh Tenggara

- Editor

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:01

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TRIMBUNEINDONESIA.COM | ACEH TENGGARA – Program rehabilitasi Puskesmas Pembantu (Pustu) di sejumlah desa di Kabupaten Aceh Tenggara menuai sorotan tajam.

Pasalnya, meski anggaran daerah telah dikucurkan untuk perbaikan fisik, banyak Pustu justru tidak memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius terkait arah kebijakan dan transparansi pengelolaan anggaran kesehatan di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tenggara.
Ketua Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGSAI), Saidul, angkat bicara secara lantang dan menilai persoalan ini sebagai tamparan keras bagi pelayanan publik di tingkat desa.

“Kalau Pustu sudah direhabilitasi tapi tidak melayani masyarakat, lalu untuk apa anggaran itu dihabiskan? Ini bukan persoalan sepele. Ini pemborosan anggaran daerah dan patut dicurigai ada sesuatu yang ditutup-tutupi,” tegas Saidul, Jum’at 30/1/2025.

Menurut Saidul, Pustu bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ujung tombak pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat desa. Tanpa kehadiran tenaga kesehatan, obat-obatan, dan jam pelayanan yang jelas, rehabilitasi Pustu kehilangan makna dan tujuan.

“Rakyat tidak butuh gedung kosong. Yang dibutuhkan masyarakat adalah bidan, perawat, obat, dan pelayanan nyata. Jika itu tidak ada, maka rehabilitasi Pustu hanya proyek di atas kertas,” ujarnya dengan nada tajam.
Saidul menegaskan, fakta banyaknya Pustu tidak aktif menunjukkan dugaan kegagalan perencanaan dan lemahnya pengawasan, bahkan berpotensi membuka celah penyalahgunaan anggaran.

Baca Juga:  Ketua LSM PPKMA M. Jenen, SE: Pustu Direhab Tapi Kosong, Ini Pemborosan Anggaran dan Pengkhianatan Hak Rakyat

Atas dasar itu, LKGSAI secara tegas mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap program rehabilitasi Pustu di Aceh Tenggara.

“Kami meminta APH segera membuka tabir di Dinas Kesehatan Aceh Tenggara. Periksa siapa yang merencanakan, siapa yang melaksanakan, dan siapa yang bertanggung jawab. Jangan sampai program kesehatan dijadikan ajang memperkaya diri sendiri atau kelompok,” kata Saidul.

Ia juga mendorong Inspektorat Daerah dan DPRK Aceh Tenggara agar tidak diam dan menjalankan fungsi pengawasan secara serius demi memastikan uang rakyat benar-benar kembali kepada rakyat dalam bentuk pelayanan kesehatan.

“Jika ini terus dibiarkan, maka yang dirugikan adalah masyarakat desa. Ini menyangkut hak dasar rakyat atas layanan kesehatan,” tutupnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tenggara belum memberikan keterangan resmi terkait banyaknya Pustu yang tidak beroperasi. Redaksi masih berupaya meminta klarifikasi dari pihak terkait. ***

Berita Terkait

Peringati HUT ke-73 KPU Bitung, Pemkot Dorong Penguatan Demokrasi dan Beri Santunan Anak Yatim
Dua Nama Jadi Sasaran Polemik Medsos, Rico dan dr. Laura Tegaskan Bantahan
Mewakili Wali Kota Bitung di HUT ke-598 Minahasa, Kadis Kominfo Altin Tumengkol Pererat Sinergi Budaya
Sambut Dirjen Bina Pemdes Kemendagri, Wali Kota Bitung Harap Kelurahan Girian Weru Dua Raih Prestasi Tertinggi
RSUD Raja Ampat Jadi Lokasi Studi Tiru RSUD Oksibil, Dari Papua Pegunungan Belajar ke Papua Laut
Dinas Sosial Langsa Turun Langsung, Berikan Perhatian dan Bantuan kepada Ibu Nur Asiah
Polemik Dokter Spesialis Anak di Raja Ampat Berujung Baik, Direktur RSUD Tekankan Profesionalitas dan Kepentingan Masyarakat
Sembilan Keluarga di Tanjung Morawa Terima Rumah Layak Huni, Bupati Serahkan Kunci
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 01:09

PENCURIAN PERANGKAT BTS XL SMART KEMBALI TERULANG! JARINGAN ACEH TAMIANG TERGANGGU, WARGA TERANCAM TERISOLASI KOMUNIKASI

Sabtu, 7 November 2026 - 01:03

LMND SIMEULUE MINTA COPOT KOMANDAN, ADILI OKNUM.

Jumat, 6 November 2026 - 16:00

SERUAN KEMANUSIAAN SITI MUNAWAROH MEMBUTUHKAN 2 KANTONG DARAH O POSITIF, KELUARGA BERHARAP PEMERINTAH, BUMN, BUMS, TNI, POLRI DAN RELAWAN BERGERAK

Jumat, 6 November 2026 - 12:17

Gerbong Narkotika Jenis Ganja Terungkap Polres Subulussalam Sita 7,27 Kg Ganja dan 11,84 Gram Sabu, 8 Tersangka Dibekuk

Jumat, 6 November 2026 - 07:43

Walikota Bitung Hengky Honandar Hadiri Kunker Danrem 131/Santiago di Makodim 1310

Jumat, 6 November 2026 - 06:36

Wadirut PLN dan EVP Umum ‘Kompak’ Resmikan Kantor PLN UP3 Sukoharjo, Tahukah Dirut?

Jumat, 6 November 2026 - 04:06

Siap-Siap Para Kapolres! Ultimatum Keras Kapolri: Bandar Narkoba Harus Diburu, Kapolres Tak Berani Bertindak Terancam Diganti!

Kamis, 5 November 2026 - 15:33

Rutinitas Mulia Sebulan Sekali di Gedung Putih, H. Affan Alfian Bintang dan Hj. Mariani Harahap Gelar Yasinan serta Santuni Anak Yatim dan Lansia

Berita Terbaru

Headline news

LMND SIMEULUE MINTA COPOT KOMANDAN, ADILI OKNUM.

Sabtu, 7 Nov 2026 - 01:03