Tek Foto : Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H Ruslan Daud (HRD) bersama Menteri PU, Dody Hanggodo meninjau dimulainya pembangunan jembatan baru Kutablang, di lintas nasional Medan-Banda Aceh, Bireuen, Rabu (21/1/2026). FOTO/FERIZAL HASAN
Bireuen/Tribuneindonesia.com
Anggota Komisi V DPR RI Daerah Pemilihan Aceh II, H Ruslan M. Daud (HRD), menyampaikan apresiasi tinggi atas langkah cepat dan sigap Menteri Pekerjaan Umum, Direktur Jenderal Bina Marga dan jajaran dalam menangani kerusakan jembatan akibat banjir dan bencana alam di berbagai wilayah Provinsi Aceh. Ia menilai respons cepat tersebut sangat krusial dalam memulihkan konektivitas dan aktivitas masyarakat.
HRD menyebutkan bahwa Kementerian PU tidak hanya melakukan penanganan darurat, tetapi juga telah merancang program pembangunan permanen yang komprehensif. Salah satu poin pentingnya adalah rencana pembangunan 20 jembatan permanen di seluruh Provinsi Aceh, serta penanganan 68 titik longsoran yang tersebar di jalur lintas timur, tengah, barat, selatan serta lintas penghubung antarwilayah lainnya.
Program pembangunan dan penanganan tersebut, lanjut HRD, akan dilaksanakan secara bertahap mulai Januari hingga Juni 2026, sesuai dengan tingkat urgensi dan kondisi lapangan di masing-masing kabupaten. Tahapan ini dirancang agar konektivitas wilayah dapat pulih secepat mungkin sembari memastikan kualitas pekerjaan tetap terjaga.
Menurutnya, program ini menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah pusat dalam menjawab kebutuhan infrastruktur masyarakat Aceh. “Ini bukan pekerjaan mudah. Skala penanganannya besar, menyeluruh, dan dirancang untuk solusi permanen,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa jembatan-jembatan sementara (Bailey) yang saat ini digunakan sebagai akses darurat akan diperbaiki dan dibangun ulang menjadi jembatan permanen. Dalam perencanaannya, jembatan tersebut akan dibuat dalam bentuk duplikasi atau jembatan kembar, sehingga kapasitas lalu lintas meningkat dan keselamatan pengguna jalan lebih terjamin.
Konsep jembatan duplikasi tersebut akan diterapkan pada beberapa jembatan di jalan nasional seperti Jembatan Kutablang (Krueng Tingkeum) dan Jembatan Teupin Mane di Kabupaten Bireuen, yang selama ini menjadi akses vital masyarakat dan jalur distribusi logistik.
HRD secara khusus mengapresiasi bahwa kegiatan groundbreaking pembangunan jembatan permanen hari ini dipusatkan di Kabupaten Bireuen, tepatnya di Kecamatan Kutablang, Jembatan Kutablang. Menurutnya, pemilihan lokasi tersebut memiliki nilai strategis karena merupakan jalur lintas timur Aceh yang menghubungkan Aceh dengan Sumatera Utara.
“Saya sangat mengapresiasi pelaksanaan groundbreaking hari ini di Kutablang. Ini menjadi catatan dan nilai lebih tersendiri, sekaligus menunjukkan keseriusan pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur strategis di Aceh,” ungkap HRD.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga mencerminkan kolaborasi yang kuat antara DPR RI dan Kementerian PU, khususnya Komisi V DPR RI sebagai mitra kerja Kementerian PU. Sinergi ini dinilai penting agar kebijakan dan penganggaran sejalan dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa seluruh pembangunan jembatan permanen dirancang dengan standar ketahanan tinggi terhadap banjir dan bencana. Pembangunan ini diharapkan mampu memperlancar arus transportasi, memulihkan ekonomi daerah, meningkatkan akses layanan publik, serta menjadi fondasi kuat bagi pembangunan Aceh yang berkelanjutan. (*)














