Bitung | Tribuneindonesia.com –Guncangan hebat gempa bumi bermagnitudo 7,6 yang melanda Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada dini hari tadi menyisakan duka mendalam, khususnya bagi warga Kota Bitung. Kamis (02/04/26)
Di tengah suasana mencekam tersebut, Kapolres Bitung, AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H., menunjukkan empati tinggi dengan turun langsung memimpin proses evakuasi dan pembersihan lokasi terdampak.
Kehadiran pimpinan tertinggi Polres Bitung di tengah reruntuhan bangunan ini menjadi suntikan semangat bagi warga yang sedang berduka kehilangan tempat tinggal.
Fokus aksi kemanusiaan kali ini menyasar kediaman Keluarga Siahaya-Kakombo di Kelurahan Manembo-nembo Tengah, Kecamatan Matuari.
Bersama jajaran Pemerintah Kota Bitung, AKBP Albert Zai terlihat bahu-membahu bersama personelnya mengangkut puing-puing bangunan yang roboh akibat guncangan gempa.
Aksi nyata ini merupakan bentuk keprihatinan mendalam Polri terhadap kondisi masyarakat Bitung, sekaligus memastikan bahwa kehadiran aparat bukan sekadar pengamanan, melainkan juga pelayanan kemanusiaan yang tulus.
Kasi Humas Polres Bitung, AKP Abdul Natip Anggai, menjelaskan bahwa kehadiran Kapolres di lokasi bencana bertujuan untuk memantau langsung skala kerusakan serta memastikan bantuan tenaga tersalurkan secara maksimal.
Menurutnya, Polres Bitung berkomitmen untuk terus mendampingi warga yang terdampak hingga kondisi lingkungan kembali kondusif.
Pembersihan material bangunan ini dilakukan dengan penuh kehati-hatian guna menyelamatkan barang berharga milik warga yang masih mungkin digunakan kembali.
Di sisi lain, kekhawatiran masih menyelimuti benak warga meskipun BMKG telah resmi mencabut peringatan dini tsunami.
Rasa trauma akibat gempa besar pada dini hari tersebut membuat banyak keluarga memilih bertahan di luar ruangan karena takut akan adanya gempa susulan.
Menanggapi hal ini, AKP Abdul Natip Anggai mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, sembari tetap waspada terhadap bangunan yang strukturnya sudah rapuh.
Melalui upaya gotong-royong ini, Polres Bitung berharap beban psikis dan fisik yang dialami warga dapat perlahan terangkat.
Kapolres Bitung menegaskan bahwa jajarannya akan terus siaga di lapangan untuk memantau situasi keamanan dan keselamatan publik pasca-bencana.
Sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam momen sulit ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian adalah kunci utama dalam menghadapi ujian bencana alam yang melanda Kota Bitung. (Kiti)


















