Dokter Anak Belum Ada, DPRK Raja Ampat Siap panggil Direkrut RSUD Waisai.

- Editor

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:01

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

RAJA AMPAT – TRIBUNEINDONESIA.COM — Ketua Komisi III DPRK Raja Ampat, Roni Rumbewas, menegaskan akan memanggil Direktur RSUD Waisai, Meidi Lidia Maspaitella, untuk meminta penjelasan terkait polemik pemindahan dokter spesialis anak, dr. Laura Christanty, Sp.A.

 

Langkah tersebut menyusul belum hadirnya dokter spesialis anak pengganti di RSUD Waisai, meski sebelumnya pihak rumah sakit disebut telah menjanjikan dokter dari luar Raja Ampat dalam waktu tiga hari.

 

Roni menyampaikan hal itu kepada media ini melalui sambungan telepon, Senin (19/10/2026). Ia mengatakan, DPRK sebelumnya telah berkomunikasi dengan pihak direktur untuk mempertanyakan ketersediaan dokter spesialis anak yang akan disiapkan rumah sakit.

 

Namun, hingga batas waktu yang dijanjikan berlalu, dokter spesialis anak pengganti belum juga tersedia di Waisai.

 

“Kami juga mempertanyakan anggaran dari mana yang akan digunakan untuk membayar dokter kontrak tersebut,” ujar Roni.

 

Menurutnya, pemindahan dr. Laura Christanty menjadi persoalan serius yang perlu mendapat penjelasan dari manajemen RSUD Waisai. Terlebih, persoalan internal tersebut kini berdampak pada kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan pelayanan kesehatan bagi anak-anak.

 

Roni juga menyoroti informasi mengenai surat tugas pemindahan dr. Laura yang disebut-sebut tidak disampaikan secara langsung kepada dokter yang bersangkutan.

 

Berdasarkan penjelasan Roni, surat tersebut diduga hanya dititipkan di apotek tempat dr. Laura berada. Ia menyebut, dokter tersebut bahkan mempertanyakan isi surat yang diterimanya melalui perantara.

 

“Menurut informasi yang kami terima, dokter tersebut diberi tahu melalui pesan WhatsApp bahwa dirinya sudah tidak bisa bertugas di rumah sakit karena telah dipindahkan,” kata Roni.

 

Ia menilai, apabila benar proses pemindahan dilakukan tanpa komunikasi dan penjelasan yang memadai kepada dokter bersangkutan, maka hal itu perlu dievaluasi oleh pimpinan rumah sakit.

 

Soroti Nasib Pasien Anak

 

Roni juga menanggapi viralnya unggahan di media sosial mengenai seorang anak dari Franky Rafael, warga asal Halmahera Timur, yang membutuhkan penanganan medis di RSUD Waisai.

Baca Juga:  Ketua Asrama Raja Ampat di Manado Desak Dinas Pendidikan Segera Bayar Kontrak Asrama

 

Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius. Ketersediaan dokter spesialis anak tidak boleh terhambat akibat persoalan internal antara pimpinan rumah sakit dan tenaga medis.

 

Ia kembali mempertanyakan kepastian rencana Direktur RSUD Waisai untuk mendatangkan dokter spesialis anak dari luar daerah, termasuk kejelasan sumber anggaran untuk membayar dokter kontrak tersebut.

 

“Miris kalau persoalan seperti ini sampai berdampak pada masyarakat. Kami mempertanyakan anggaran mana yang akan digunakan untuk membayar dokter spesialis anak dari luar Raja Ampat,” tegasnya.

 

Direktur Diminta Bertanggung Jawab

 

Lebih lanjut, Roni mengatakan Komisi III DPRK Raja Ampat berencana menggelar rapat dengar pendapat (RDP) pada Rabu atau Kamis untuk meminta penjelasan langsung dari pihak rumah sakit.

 

Dalam forum tersebut, Direktur RSUD Waisai diharapkan dapat menjelaskan alasan pemindahan dr. Laura, kepastian pengadaan dokter spesialis anak pengganti, serta mekanisme pembiayaan tenaga medis kontrak.

 

Bagi Roni, persoalan internal manajemen rumah sakit semestinya diselesaikan secara bijaksana tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

 

“Jangan sampai persoalan internal antara direktur dan dokter justru mengorbankan masyarakat yang sedang menderita dan membutuhkan pelayanan medis,” tegasnya.

 

Ia menambahkan, dr. Laura merupakan dokter yang telah lama melayani masyarakat Raja Ampat. Karena itu, menurutnya, setiap kebijakan yang berkaitan dengan penempatan tenaga medis harus mempertimbangkan keberlangsungan pelayanan kepada pasien.

 

Hingga berita ini disusun, penjelasan dari pihak Direktur RSUD Waisai terkait alasan pemindahan dr. Laura Christanty, kepastian dokter spesialis anak pengganti, dan sumber anggaran pembayaran dokter kontrak masih perlu dikonfirmasi.

 

DPRK Raja Ampat berharap persoalan tersebut segera memperoleh kejelasan agar pelayanan kesehatan bagi anak-anak di Raja Ampat tetap berjalan dengan baik.

 

Berita Terkait

Saparuda Apresiasi Kejari Aceh Tengah Dalami Dugaan Mark-Up APE Rp2,19 Miliar
Atap Lapuk Sejak 2006, Ruang Kelas SMPN 3 Gandapura Bireuen Terancam Ambruk
Kapolres Langsa Sambangi SMA Negeri 3, Tekankan Disiplin dan Bahaya Kenakalan Remaja
Bersuara Lantang di Gedung Rakyat, Richaed Mamuntu Tuntut Evaluasi Administrasi Kelurahan Soal Lahan Garapan
Ketiadaan Dokter Spesialis Anak di RSUD Waisai Jadi Tanda Tanya, Ferdinan Dimara Sampaikan Harapan Orang Tua
DPRK Raja Ampat Siap Panggil Direktur RSUD Waisai, Pemindahan Dokter Spesialis Anak Dipertanyakan
Strategi Anggaran Maroko 2027: Wujud Visi Berkelanjutan King Mohammed VI demi Kesejahteraan Rakyat hingga Wilayah Sahara
TNI dan Petani Gotong Royong Bersihkan Parit Sawah Pascabanjir di Pante Gajah
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:13

Atap Lapuk Sejak 2006, Ruang Kelas SMPN 3 Gandapura Bireuen Terancam Ambruk

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:01

Dokter Anak Belum Ada, DPRK Raja Ampat Siap panggil Direkrut RSUD Waisai.

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:51

Ketiadaan Dokter Spesialis Anak di RSUD Waisai Jadi Tanda Tanya, Ferdinan Dimara Sampaikan Harapan Orang Tua

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:39

DPRK Raja Ampat Siap Panggil Direktur RSUD Waisai, Pemindahan Dokter Spesialis Anak Dipertanyakan

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:23

Strategi Anggaran Maroko 2027: Wujud Visi Berkelanjutan King Mohammed VI demi Kesejahteraan Rakyat hingga Wilayah Sahara

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:00

TNI dan Petani Gotong Royong Bersihkan Parit Sawah Pascabanjir di Pante Gajah

Senin, 19 Oktober 2026 - 08:25

Bupati Anwar Sadat Ajak Jamaah Bermunajat di Haul ke-7 Majelis Al-Hidayah, Berharap Kabut Asap Jambi Segera Berakhir

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:49

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 3 Hari di Aceh, Bireuen Masuk Zona Waspada

Berita Terbaru

TNI dan Polri

Ustaz Zulfan Usulkan Program POLRI GEMILANG

Senin, 19 Okt 2026 - 11:42