Ketiadaan Dokter Spesialis Anak di RSUD Waisai Jadi Tanda Tanya, Ferdinan Dimara Sampaikan Harapan Orang Tua

- Editor

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAJA AMPAT-TRIBUNEINDONESIA.COM — Ketiadaan kepastian mengenai pelayanan dokter spesialis anak di RSUD Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, kembali menjadi perhatian masyarakat.

Ferdinan Dimara, salah seorang warga Raja Ampat, menyampaikan keprihatinannya terkait informasi simpang siur mengenai keberadaan dr. Laura, dokter spesialis anak yang selama ini dikenal memberikan pelayanan kesehatan bagi anak-anak di Raja Ampat.

Ferdinan mengatakan, beberapa bulan lalu dirinya telah menyampaikan harapan di sebuah grup masyarakat agar RSUD Waisai memiliki fasilitas kesehatan dan tenaga medis yang memadai untuk melayani seluruh masyarakat Raja Ampat.

Menurutnya, keberadaan dokter spesialis anak sangat penting, mengingat anak-anak membutuhkan penanganan medis yang tepat ketika mengalami sakit maupun keluhan kesehatan.

Ia mengaku mengenal pelayanan dr. Laura melalui pengalaman ketika anaknya mendapatkan penanganan kesehatan. Menurut Ferdinan, dokter tersebut memberikan respons cepat saat anaknya mengalami keluhan kesehatan.

“Perlu diketahui, tidak semua dokter atau tenaga medis bersedia mengabdi di Papua. Ada persepsi di luar sana bahwa Papua merupakan zona merah atau daerah konflik. Padahal, kondisi setiap wilayah berbeda-beda,” ungkap Ferdinan dalam tanggapannya.

Ia menilai, persepsi tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi tenaga medis yang hendak mengabdi di Papua. Karena itu, menurutnya, keberadaan dokter spesialis yang bersedia melayani masyarakat daerah perlu mendapat perhatian.

Ferdinan juga menyinggung unggahan di salah satu akun Facebook yang menyebutkan seorang anak telah menjalani perawatan di RSUD Waisai selama kurang lebih tiga hari tanpa penanganan dokter spesialis anak.

Baca Juga:  Warga Keluhkan Parkir Liar, Polisi dan TNI Tertibkan Kawasan Masjid Terapung

Informasi tersebut, menurutnya, menambah kekhawatiran orang tua mengenai kepastian pelayanan kesehatan anak di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.

Meski demikian, informasi mengenai kondisi pasien dan ketersediaan dokter yang bertugas masih perlu dikonfirmasi kepada pihak RSUD Waisai agar persoalan ini dapat diketahui secara utuh.

Ferdinan berharap persoalan yang berkaitan dengan keberadaan dr. Laura dapat dijelaskan secara terbuka oleh pihak terkait. Ia juga meminta agar persoalan administratif maupun hal lain yang masih dapat diselesaikan tidak sampai berdampak pada pelayanan kesehatan anak-anak.

“Harapan kami sebagai masyarakat dan orang tua, jangan sampai karena adanya kepentingan atau persoalan tertentu yang sebenarnya bisa diselesaikan, anak-anak kami justru menjadi korban karena kehilangan sosok dokter spesialis anak yang selama ini melayani mereka,” ujarnya.

Ia menegaskan, harapannya terhadap keberadaan dr. Laura didasarkan pada pengalaman pelayanan yang diterima keluarganya, bukan karena hubungan pribadi yang dekat.

“Kami tidak mengenal dr. Laura begitu dekat. Kami hanya mengenal beliau melalui pelayanan yang diberikan, terutama ketika anak kami mengalami keluhan kesehatan dan mendapatkan respons cepat serta penanganan yang baik,” tutup Ferdinan

Ferdinan berharap Pemerintah Kabupaten Raja Ampat dan manajemen RSUD Waisai memberikan penjelasan mengenai kepastian pelayanan dokter spesialis anak, sehingga masyarakat, khususnya para orang tua, tidak terus dibayangi ketidakpastian ketika membutuhkan layanan kesehatan bagi anak-anak mereka.

Berita Terkait

DOKTER ANAK BELUM ADA, DPRK RAJA AMPAT SIAP PANGGIL DIREKTUR RSUD WAISAI!
Kapolres Langsa Sambangi SMA Negeri 3, Tekankan Disiplin dan Bahaya Kenakalan Remaja
Bersuara Lantang di Gedung Rakyat, Richaed Mamuntu Tuntut Evaluasi Administrasi Kelurahan Soal Lahan Garapan
DPRK Raja Ampat Siap Panggil Direktur RSUD Waisai, Pemindahan Dokter Spesialis Anak Dipertanyakan
Strategi Anggaran Maroko 2027: Wujud Visi Berkelanjutan King Mohammed VI demi Kesejahteraan Rakyat hingga Wilayah Sahara
TNI dan Petani Gotong Royong Bersihkan Parit Sawah Pascabanjir di Pante Gajah
Anak Terbaring di RSUD Waisai, Keluarga Keluhkan Ketiadaan Dokter Spesialis Anak
Bupati Anwar Sadat Ajak Jamaah Bermunajat di Haul ke-7 Majelis Al-Hidayah, Berharap Kabut Asap Jambi Segera Berakhir
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:01

DOKTER ANAK BELUM ADA, DPRK RAJA AMPAT SIAP PANGGIL DIREKTUR RSUD WAISAI!

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:29

Bersuara Lantang di Gedung Rakyat, Richaed Mamuntu Tuntut Evaluasi Administrasi Kelurahan Soal Lahan Garapan

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:51

Ketiadaan Dokter Spesialis Anak di RSUD Waisai Jadi Tanda Tanya, Ferdinan Dimara Sampaikan Harapan Orang Tua

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:39

DPRK Raja Ampat Siap Panggil Direktur RSUD Waisai, Pemindahan Dokter Spesialis Anak Dipertanyakan

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:00

TNI dan Petani Gotong Royong Bersihkan Parit Sawah Pascabanjir di Pante Gajah

Senin, 19 Oktober 2026 - 08:25

Bupati Anwar Sadat Ajak Jamaah Bermunajat di Haul ke-7 Majelis Al-Hidayah, Berharap Kabut Asap Jambi Segera Berakhir

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:49

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 3 Hari di Aceh, Bireuen Masuk Zona Waspada

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:18

HRD Instruksikan Kader PKB Bireuen Jadi Corong Aspirasi Masyarakat

Berita Terbaru