
RAJA AMPAT – TRIBUNEINDONESIA.COM — Kondisi pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, kembali menjadi sorotan publik setelah seorang orang tua mengeluhkan belum adanya dokter spesialis anak yang menangani anaknya selama tiga hari menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.
Keluhan itu disampaikan melalui akun Facebook Franky Rafael, seorang warga yang berasal dari Halmahera Timur. Dalam unggahannya, ia membagikan foto anaknya yang sedang terbaring di tempat tidur rumah sakit dan berharap sang buah hati segera pulih agar dapat kembali beraktivitas seperti biasa.
Unggahan tersebut memantik simpati sekaligus pertanyaan dari warganet mengenai ketersediaan dokter spesialis anak di RSUD Waisai.
“Salam dari kami ber-3 di RS. Semoga cepat sembuh, biar kita bisa main-main lagi di rumah,” tulis Franky Rafael dalam unggahannya.
Dalam keluhan lainnya, ia mempertanyakan bagaimana pasien anak mendapatkan penanganan medis ketika dokter spesialis anak disebut tidak tersedia.
“Di RSUD tidak ada dokter anak yang menangani pasien anak karena di RS tidak ada dokter spesialis anak. Gimana ini solusinya? Kami juga menunggu sudah tiga hari. Semoga cepat sembuh,” demikian isi keluhan yang diunggahnya.
Keluhan tersebut kemudian mendapat beragam tanggapan dari pengguna Facebook. Sejumlah warganet menyampaikan doa dan dukungan agar anak tersebut segera sembuh. Namun, ada pula yang mempertanyakan ketersediaan dokter spesialis anak serta menyarankan keluarga pasien meminta rujukan ke rumah sakit yang memiliki dokter sesuai kebutuhan medis.
Akun Dimara Ferdinan, misalnya, menyampaikan keprihatinan atas kondisi tersebut dan mempertanyakan keberadaan dokter spesialis anak, Laura Christanty, Sp.A.
“Waduh, kasihan adiknya. Di mana dokter anak? Jangan-jangan karena hal tertentu lalu anak-anak jadi korban. Sebagai masyarakat, tentu berhak mendapatkan pelayanan kesehatan dari dokter spesialis, terutama bagi anak-anak. Cepat sembuh ya, Dek,” tulisnya.
Sementara itu, akun Shantie Silviyanti menyarankan keluarga pasien mempertimbangkan rujukan ke rumah sakit yang memiliki dokter spesialis anak.
Komentar serupa juga disampaikan sejumlah warganet lainnya yang berharap pasien segera memperoleh penanganan medis sesuai kebutuhan.
Pemindahan Dokter Jadi Sorotan
Persoalan ini turut menjadi perhatian karena sebelumnya muncul polemik terkait penugasan dokter spesialis anak, Laura Christanty, Sp.A., dari RSUD Waisai ke Puskesmas Waisai Kota.
Kebijakan tersebut menuai sorotan karena menyangkut ketersediaan layanan dokter spesialis anak di rumah sakit daerah yang menjadi salah satu fasilitas rujukan masyarakat Raja Ampat.
Meski demikian, keluhan keluarga pasien yang beredar di media sosial belum dengan sendirinya membuktikan bahwa pasien tidak memperoleh penanganan medis sama sekali. Kondisi pasien, bentuk pelayanan yang telah diberikan, serta ketersediaan dokter yang bertugas perlu dikonfirmasi kepada pihak rumah sakit.
Pihak RSUD Waisai dan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat juga perlu memberikan penjelasan mengenai pengaturan pelayanan anak selama dokter spesialis terkait tidak tersedia di rumah sakit, termasuk mekanisme konsultasi, penanganan kegawatdaruratan, dan rujukan apabila dibutuhkan.
Pelayanan Anak Perlu Mendapat Kepastian
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ketersediaan tenaga medis dan kepastian pelayanan merupakan hal penting bagi masyarakat, terutama bagi pasien anak yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan sesuai kondisi kesehatannya.
Keluarga pasien membutuhkan informasi yang jelas mengenai dokter yang bertanggung jawab, langkah medis yang dapat ditempuh, serta kemungkinan rujukan apabila fasilitas atau tenaga spesialis yang diperlukan tidak tersedia.
Hingga berita ini disusun, keluhan keluarga pasien dan tanggapan warganet menjadi dasar sorotan publik. Konfirmasi dari manajemen RSUD Waisai dan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat diperlukan untuk menjelaskan situasi pelayanan dokter spesialis anak serta langkah yang akan diambil agar kebutuhan pasien tetap terpenuhi.












