Festival Pesona Raja Ampat: Saat Budaya Bahari Mendunia dan UMKM Lokal Berlayar Menuju Sejahtera

- Editor

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:56

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAJA AMPAT – TRIBUNEINDONESIA.COM, Ketua Garda Muda Betew Kafdarun (GMB) Fransiskus Mambrasar mengapresiasi penyelenggaraan Festival Pesona Raja Ampat. Ia menilai festival tahunan tersebut menjadi sarana promosi pariwisata sekaligus ruang untuk memperkenalkan budaya dan kearifan lokal masyarakat Raja Ampat.

Menurut Fransiskus, keterlibatan berbagai sektor dalam festival, termasuk melalui pertunjukan seni budaya dan perlombaan tradisional, penting untuk mendukung kelancaran kegiatan sekaligus melestarikan identitas daerah.

“Budaya dan kearifan lokal harus terus ditampilkan dalam kegiatan seperti ini. Kami mendukung seluruh pentas seni dan perlombaan yang melibatkan masyarakat agar festival berjalan sukses, aman, dan lancar hingga selesai,” ujar Fransiskus dalam keterangannya terkait penyelenggaraan Festival Pesona Raja Ampat.

Bagi dia, perlombaan tradisional menjadi sarana untuk menjaga warisan budaya agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi muda.

“Kami terus mendukung kegiatan yang mengangkat budaya tradisional masyarakat Raja Ampat. Budaya ini merupakan identitas daerah yang harus dijaga dan diwariskan,” kata Fransiskus, yang akrab disapa Nadus.

Dorong Promosi Wisata dan Penguatan UMKM Lokal

Selain pelestarian budaya, Fransiskus menilai Festival Pesona Raja Ampat berpotensi membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Lanjutnya, kehadiran stan usaha, termasuk yang dikelola mama-mama Papua, sebagai sarana untuk memasarkan produk lokal dan memperkenalkan hasil usaha berbasis kearifan lokal kepada pengunjung.

Baca Juga:  Ketua GMB Fransiskus Mambrasar Apresiasi Pembukaan Festival Pesona Raja Ampat 2026

“Dari Raja Ampat untuk dunia. Mari kita dukung Festival Pesona Raja Ampat sebagai ajang promosi wisata berkelanjutan sekaligus penggerak ekonomi lokal,” ujar Fransiskus.

Ia juga mengajak seluruh pihak menjaga lingkungan laut, melestarikan budaya, dan mendukung pengembangan usaha masyarakat setempat.

“Jaga lautnya, lestarikan budayanya, dan majukan UMKM masyarakat,” katanya.

Menurut Fransiskus, kekayaan laut, gugusan pulau, dan budaya maritim Raja Ampat merupakan daya tarik yang dapat mendorong kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara. Ia berharap promosi melalui festival memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Atas nama Garda Muda Betew Kafdarun, kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Raja Ampat atas penyelenggaraan Festival Pesona Raja Ampat. Semoga kegiatan ini semakin memperkuat harmoni bahari, budaya maritim, dan kebanggaan masyarakat terhadap daerahnya,” ujar Fransiskus.

Ia menilai dukungan masyarakat terhadap program pemerintah perlu diiringi upaya bersama untuk meningkatkan kesejahteraan warga, antara lain melalui pengembangan pariwisata berkelanjutan, pelestarian budaya, dan penguatan UMKM.

“Harapan kami, keberhasilan pemerintah daerah menjadi bagian dari keberhasilan seluruh masyarakat Raja Ampat. Sehingga  pembangunan yang berjalan saat ini turut mendorong masyarakat semakin sejahtera,” ujar Fransiskus.

Ia berharap Festival Pesona Raja Ampat terus menjadi momentum untuk memperkuat identitas budaya, memperluas promosi wisata, dan membuka peluang usaha bagi masyarakat lokal.

Berita Terkait

Kepungan Asap Karhutla Ancam Kualitas Udara, Wali Kota Bitung Imbau Warga Pakai Masker Respirator
Rutinitas Kemanusiaan, Gampong Cot Nga Sukses Kumpulkan 35 Kantong Darah
Perkuat Fungsi Organisasi Hingga Kecamatan, DPC ABPEDNAS dan Pemkot Bitung Mantapkan Musyawarah Lokal
Bank Aceh Terima Apresiasi ILO, Perkuat Komitmen Dukung UMKM Aceh Naik Kelas
Antisipasi Dampak Karhutla dan Kabut Asap, Dinas Kesehatan Kabupaten Simeulue Bagikan Masker Gratis kepada Masyarakat
Kabut Asap Menebal di Medan, Ancaman Kesehatan Merambat ke Deli Serdang
DPRA Siap Kawal Pembangunan Jembatan Rangka Baja Mbarung dan Natam di Aceh Tenggara
Gelar Konsolidasi Srikandi Jaga Desa, Pemkot Bitung Tegaskan Pentingnya Sinergi Lintas Sektor
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:53

Perkuat Fungsi Organisasi Hingga Kecamatan, DPC ABPEDNAS dan Pemkot Bitung Mantapkan Musyawarah Lokal

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:48

Bank Aceh Terima Apresiasi ILO, Perkuat Komitmen Dukung UMKM Aceh Naik Kelas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:40

Antisipasi Dampak Karhutla dan Kabut Asap, Dinas Kesehatan Kabupaten Simeulue Bagikan Masker Gratis kepada Masyarakat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:56

Festival Pesona Raja Ampat: Saat Budaya Bahari Mendunia dan UMKM Lokal Berlayar Menuju Sejahtera

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:35

Dorong Program Prioritas Masyarakat, Wali Kota Bitung Perjuangkan Anggaran Tambahan di Jakarta

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:15

Festival Pesona Raja Ampat 2026 Resmi Bergema, Waisai Jadi Pusat Perhatian!

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:37

Ketua GMB Fransiskus Mambrasar Apresiasi Pembukaan Festival Pesona Raja Ampat 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 03:52

Kadisnaker Bitung Apresiasi SAKTI Sulut dalam Mengawal Aspirasi dan Kesejahteraan Pekerja Laut

Berita Terbaru