Bitung | Tribuneindonesia.com – Suasana duka mendalam menyelimuti warga serta komunitas pers di Kota Bitung menyusul kabar wafatnya Indra Ine Arsyad pada Rabu (30/09/26) pagi.
Sosok wanita yang sehari-hari dikenal warga sekitar sebagai ibu rumah tangga ramah tersebut menghembuskan napas terakhirnya tepat pada pukul 06.00 WITA.
Kabar duka ini sontak mengejutkan jajaran wartawan di Kota Bitung. Sebagian besar rekan sejawat tidak menyangka almarhumah pergi begitu cepat, mengingat beberapa jam sebelumnya ia masih terlihat beraktivitas dan berkumpul bersama keluarga.
Sebelum peristiwa tersebut, Indra sempat menikmati waktu santai pada Selasa malam sekitar pukul 23.00 WITA di Cafe Boshe, pusat Kota Bitung. Menurut keterangan suaminya, Lukman, almarhumah kemudian mengajak keluarga untuk segera pulang ke rumah.
Sesampainya di kediaman mereka di Lingkungan IV, Kelurahan Bitung Tengah, Kecamatan Maesa, kondisi kesehatan almarhumah mulai menampakkan perubahan.
Lukman menyebutkan bahwa sang istri terlihat agak tidak tenang sesaat sebelum kondisinya memburuk.
Puncak kondisi kritis terjadi sekitar pukul 03.00 WITA ketika Indra mendadak tidak sadarkan diri. Pihak keluarga langsung melarikannya ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis darurat, namun takdir berkata lain hingga almarhumah dinyatakan meninggal dunia pada pukul 06.00 WITA.
Mendengar kabar tersebut, para jurnalis Kota Bitung berbondong-bondong mendatangi rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir.
Di luar kesehariannya sebagai ibu rumah tangga yang luwes bergaul, Indra ternyata juga berkiprah sebagai jurnalis di sebuah media siber nasional.
Kepergian almarhumah meninggalkan kenangan mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan, yaitu sang suami, tiga orang anak, serta seorang cucu tersayang.
Doa dan dukungan terus mengalir agar keluarga yang ditinggalkan senantiasa mendapatkan ketabahan dari Tuhan Yang Maha Esa.
Seluruh prosesi pemakaman almarhumah dari rumah duka hingga ke tempat peristirahatan terakhir berlangsung dengan khidmat dan lancar.
Kehadiran berbagai elemen masyarakat turut mengiringi langkah keluarga dalam melepas kepergian sosok almarhumah.
Suami almarhumah, Lukman, yang juga merupakan jurnalis aktif di Kota Bitung, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang hadir dan mengulurkan bantuan.
Ia merasa tersentuh atas kepedulian yang ditunjukkan oleh rekan sejawat maupun masyarakat luas.
Apresiasi tersebut dialamatkan kepada kerabat, sahabat, tokoh masyarakat, jajaran pemerintah daerah, hingga aparat TNI/Polri.
Bantuan dan pengawalan dari berbagai pihak ini dinilai sangat membantu kelancaran seluruh tahapan acara pemakaman.
”Terima kasih buat seluruh rekan-rekan, tokoh masyarakat, pemerintah, pengusaha, serta TNI/Polri yang telah sudi membantu pelaksanaan pemakaman sehingga dapat berjalan dengan baik,”
tutur Lukman saat menyampaikan keterangannya kepada awak media usai pemakaman.
Rasa kebersamaan dan soliditas yang ditunjukkan dalam prosesi pemakaman ini menjadi penghibur tersendiri bagi keluarga yang berduka.
Selamat jalan Indra Ine Arsyad, semoga seluruh dedikasi serta kebaikannya mendapat balasan terbaik di sisi Sang Pencipta.
(kiti)












