Relawan dan Data Lapangan Klarifikasi Pernyataan Bantuan Banjir di Gampong Raya Dagang

- Editor

Minggu, 18 Januari 2026 - 04:25

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIREUEN/Tribuneindonesia.com

Sejumlah keterangan yang beredar di media terkait penyaluran bantuan banjir di Gampong Raya Dagang, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, dinilai tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi dan data faktual di lapangan. Klarifikasi ini disampaikan guna meluruskan informasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman publik serta tidak menghambat proses pemulihan pascabencana.

Ketua Umum Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas, Arizal Mahdi, menegaskan bahwa dirinya telah meninjau langsung lokasi pengungsian dan meunasah Gampong Raya Dagang pada Minggu, 18 Januari 2026, serta berdialog langsung dengan aparatur gampong dan masyarakat setempat.

“Berdasarkan peninjauan langsung dan keterangan warga, bantuan beras telah dibagikan oleh pihak gampong sebesar 9 kilogram per jiwa, bukan 1–2 kilogram per kepala keluarga sebagaimana informasi yang beredar,” ujar Arizal.

Ia juga menegaskan bahwa tidak benar apabila disebutkan bantuan tidak ada atau ditolak. Faktanya, masih terdapat sisa logistik di gudang gampong yang telah dijadwalkan untuk dibagikan kembali pada hari Rabu pekan ini, sesuai dengan pendataan dan mekanisme penyaluran yang berlaku.

Selain bantuan logistik, Arizal menyampaikan bahwa layanan dapur umum juga telah berjalan. Salah satunya berasal dari Bank BTN Pusat, yang memberikan dukungan dapur umum selama 21 hari berturut-turut, dengan kapasitas sekitar 1.000 kotak nasi per hari bagi masyarakat terdampak banjir.

“Keberadaan dapur umum ini sangat membantu warga, khususnya pada masa darurat dan hari-hari awal pascabencana,” tambahnya.

Data lapangan menunjukkan bahwa kondisi pengungsian telah mengalami perkembangan signifikan. Dari sekitar 1.300 jiwa pengungsi pada awal bencana, saat ini tersisa sekitar 8 orang saja, dan diperkirakan dalam dua hari ke depan seluruh warga akan kembali ke rumah masing-masing, seiring membaiknya kondisi lingkungan dan hunian warga.

Baca Juga:  Polres Bireuen menang dalam gugatan Praperadilan, Tegaskan Profesionalisme Penegakan Hukum.

Terkait isu Hunian Sementara (Huntara), Arizal menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan masyarakat setempat, sebagian besar warga tidak lagi membutuhkan hunian sementara, karena mayoritas telah memiliki rumah sendiri yang dapat ditempati kembali. Sementara itu, bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat atau hanyut, sementara waktu dapat menumpang di tempat keluarga atau kerabat sambil menunggu hunian tetap dari pemerintah.

“Kami memahami adanya perbedaan pandangan di tengah masyarakat. Namun, perbedaan tersebut sebaiknya diluruskan melalui data dan koordinasi, bukan melalui narasi yang dapat menimbulkan kesan seolah-olah pemerintah tidak hadir,” kata Arizal.

Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat Gampong Raya Dagang secara umum mengapresiasi kinerja Pemerintah Kabupaten Bireuen, khususnya Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, yang dinilai terus bekerja secara konsisten dan bertanggung jawab dalam membantu masyarakat terdampak banjir.

“Bencana bukan ruang untuk saling menyalahkan. Yang terpenting adalah memastikan rakyat tertangani dengan baik, manusiawi, dan bermartabat,” tegasnya.

Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas menegaskan komitmennya untuk terus mengawal penyaluran bantuan secara objektif dan berbasis fakta, sekaligus mengajak semua pihak agar menyampaikan informasi yang berimbang, bertanggung jawab, dan menyejukkan suasana publik.(MH)

Berita Terkait

Kapolres Bitung Imbau Warga Terdampak Tol Tak Blokir Jalan: Silakan Aspirasi, Tetap Taat Hukum
Dukung Program Ketahanan Pangan, Rutan Cipinang Dorong Kemandirian Warga Binaan melalui Produksi Tempe
KRI SRIWIJAYA RESMI PERKUAT ARMADA TNI AL, PANGKORMAR HADIRI PERESMIAN KAPAL INDUK PERTAMA INDONESIA
Jum’at Berkah Berbagi Bersama BRI Pondok Gede
Kasus Dugaan Pencabulan Dinilai Jalan di Tempat, Keluarga Korban Minta Atensi Kapolresta Deli Serdang
Menjaga Marwah Jurnalisme: Mengembalikan Fakta di Atas Dominasi Narasi
Pemda Raja Ampat Bayar Tiga Asrama Mahasiswa di Manado, Jogja dan Manokwari
21,6 Ton Beras Digelontorkan ke Waisai, 720 Warga Masuk Daftar Penerima
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 21:22

Kapolres Bitung Imbau Warga Terdampak Tol Tak Blokir Jalan: Silakan Aspirasi, Tetap Taat Hukum

Jumat, 25 September 2026 - 11:22

KRI SRIWIJAYA RESMI PERKUAT ARMADA TNI AL, PANGKORMAR HADIRI PERESMIAN KAPAL INDUK PERTAMA INDONESIA

Jumat, 25 September 2026 - 11:17

Jum’at Berkah Berbagi Bersama BRI Pondok Gede

Jumat, 25 September 2026 - 11:06

Kasus Dugaan Pencabulan Dinilai Jalan di Tempat, Keluarga Korban Minta Atensi Kapolresta Deli Serdang

Jumat, 25 September 2026 - 07:44

Menjaga Marwah Jurnalisme: Mengembalikan Fakta di Atas Dominasi Narasi

Jumat, 25 September 2026 - 07:29

Pemda Raja Ampat Bayar Tiga Asrama Mahasiswa di Manado, Jogja dan Manokwari

Jumat, 25 September 2026 - 06:22

21,6 Ton Beras Digelontorkan ke Waisai, 720 Warga Masuk Daftar Penerima

Jumat, 25 September 2026 - 02:30

Kapolsubsektor Simpang Mamplam Ngopi Bersama Muspika dan Tokoh Masyarakat, Pererat Silaturahmi dan Komunikasi

Berita Terbaru

Petugas BPS saat melakukan Kunjungan Kerumah Warga di wilayah Girian Permai.  (ft. talia)

Pemerintahan dan Berita Daerah

Jamin Pendataan Menyeluruh, BPS Bitung Sisir Ulang Sensus Ekonomi 2026 di Girian Permai

Jumat, 25 Sep 2026 - 22:04

‎Walikota Hengky Honandar, S.E, Sast membagikan Sertifikat kepada warga.  (Dok. Istimewa)

Pemerintahan dan Berita Daerah

Perjelas Status Hukum Warga dan Aset Daerah, Bitung Bagikan Sertifikat PTSL

Jumat, 25 Sep 2026 - 13:58

Walikota Bitung, Hengky Honandar, S.E, saat memimpin Rapat Forkopimda dan  Forum Lintas Sektoral. (ft. talia)

Pemerintahan dan Berita Daerah

Rapat Forkopimda Bitung Gelar Forum Lintas Sektoral Bahas Hak Warga Terdampak Tol

Jumat, 25 Sep 2026 - 13:26